
Photo
JawaPos.com - Siapa tak kenal dengan Kentucky Fried Chicken (KFC), raksasa restoran cepat saji yang dirintis Kolonel Harland Sanders dari Amerika Serikat (AS). KFC seperti namanya terkenal dengan hidangan ayam goreng cepat saji yang franchise-nya hampir ada di seluruh dunia.
Soal KFC, baru-baru ini restoran ayam goreng itu membuat terobosan baru yang mungkin akan lumrah di masa depan. KFC dilaporkan menggandeng perusahaan teknologi Rusia dengan membuat nugget ayam yang dicetak menggunakan mesin 3D printing alias printer tiga dimensi.
Raksasa makanan cepat saji ini bekerja dengan perusahaan 3D Bioprinting Solutions yang berpusat di Moskow, Rusia, sebagai bagian dari konsep 'daging masa depan'. Metode teknologi bioprinting finger lickin atau nugget ayam khas KFC dibuat menggunakan sel-sel daging ayam dan bahan tanaman untuk mereproduksi rasa dan tekstur daging ayam yang pada akhirnya mampu membuat rasanya mirip dengan daging ayam murni sungguhan.
Para peneliti mengambil sel-sel ayam yang dibudidayakan di laboratorium dari sampel kecil daging. Peneliti kemudian mengalikan sel-sel untuk membuat pasta dan mencetak 3D pasta ke dalam kubus untuk dibumbui dan dikirim ke restoran.
Dilansir dari Daily Mail, Rabu (22/7), proyek ini dilaporkan bertujuan untuk menciptakan nugget ayam produksi laboratorium pertama di dunia yang akan 'sedekat mungkin dalam rasa dan penampilan' dengan produk asli. KFC mengatakan akan memberikan mitranya dengan semua bahan yang diperlukan, seperti pembibitan dan rempah-rempah, untuk mencapai rasa khas Kentucky yang digoreng.
Pengganti yang direkayasa akan lebih ramah lingkungan untuk diproduksi daripada daging biasa, meskipun tidak cocok untuk vegetarian atau vegan. Produk akhir akan diuji di laboratorium Moskow musim gugur ini.
"Gagasan untuk membuat 'daging masa depan' muncul di antara para mitra sebagai tanggapan terhadap semakin populernya gaya hidup dan nutrisi yang sehat, peningkatan permintaan tahunan untuk alternatif daging-dagingan dan kebutuhan untuk mengembangkan metode yang lebih ramah lingkungan dalam produksi makanan," kata KFC dalam sebuah pernyataan.
Dikatakannya, saat ini, tidak ada metode lain yang tersedia di pasaran yang dapat memungkinkan pembuatan produk kompleks dari sel hewan selain menggunakan teknologi 3D printing. Biomeat sendiri tidak termasuk sebagai aditif yang digunakan dalam metode pertanian tradisional untuk membuat produk akhir 'bersih' bagi konsumen.
Produk daging berbasis sel lebih etis dan proses produksi khusus ini tidak membahayakan hewan. KFC, yang bertanggung jawab atas pembantaian sekitar satu miliar ayam setiap tahun, menurut kampanye yang didukung PETA Kentucky Fried Cruelty mengatakan pihaknya tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan hewan.
Korporasi telah merilis burger vegan yang menggantikan fillet dada ayam biasa dengan fillet Quorn vegan, pada Januari lalu. "Di KFC, kami memantau dengan cermat semua tren dan inovasi terbaru dan melakukan yang terbaik untuk mengikuti perkembangan zaman dengan memperkenalkan teknologi canggih ke jaringan restoran kami," kata Raisa Polyakova, General Manager KFC Rusia.
Dia melanjutkan, eksperimennya dalam menguji teknologi bioprinting 3D untuk membuat produk ayam juga dapat membantu mengatasi beberapa masalah global yang dihadapi perusahaan. "Kami senang berkontribusi pada pengembangannya dan berupaya menyediakannya bagi ribuan orang di Rusia dan, jika mungkin, di seluruh dunia," lanjut Polyakova.
Teknologi bioprinting 3D, yang awalnya dikenal luas dalam dunia kedokteran, kini mulai populer dalam memproduksi makanan seperti daging. Startup teknologi makanan Spanyol Novameat sebelumnya mengungkapkan steak berbasis nabati 3D-nya, dibuat dengan kacang polong, rumput laut dan jus bit, sementara MeaTech, sebuah perusahaan Israel, mengambil sel-T dari tali pusar hewan untuk membuat produk daging.
Menurut sebuah studi dalam jurnal Environmental Science and Technology, teknologi menanam daging dari sel memiliki dampak negatif minimal terhadap lingkungan. Para ilmuwan secara global sedang mengerjakan solusi yang akan memungkinkan penyediaan makanan yang stabil untuk populasi global yang tumbuh sambil mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Emisi gas dari produksi daging berkontribusi terhadap pemanasan global melalui pelepasan metana, gas rumah kaca 20 hingga 30 kali lebih kuat daripada karbon dioksida, dan solusi lain diperlukan untuk memenuhi target untuk membantu menyelamatkan planet ini. "Ini pada akhirnya memungkinkan konsumsi energi dikurangi lebih dari setengahnya, emisi gas rumah kaca berkurang 25 kali lipat dan 100 kali lebih sedikit lahan untuk digunakan dari pada produksi daging berbasis pertanian tradisional," kata KFC.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
