
Photo
JawaPos.com - Regulator obat Afrika Selatan SAHPRA pada Senin (18/10) mengatakan tidak akan mengizinkan penggunaan darurat vaksin Sputnik V buatan Rusia untuk sementara. Hal itu karena khawatir dengan keamanannya bagi orang-orang yang berisiko HIV. Afsel merupakan salah satu negara dengan kasus HIV terbanyak di dunia.
Sejumlah studi menunjukkan pemberian vaksin yang menggunakan vektor adenovirus tipe 5 (Ad5) seperti Sputnik V, dapat menyebabkan kerentanan HIV yang lebih tinggi pada kaum pria. Vaksin vektor Ad5 menggunakan virus yang dimodifikasi sebagai perantara (vektor) untuk membawa informasi genetik yang dapat membantu tubuh membangun imunitas melawan penyakit di masa depan.
SAHPRA mengatakan telah meminta data yang memperlihatkan Sputnik V aman pada kondisi prevalensi HIV yang tinggi, namun pihaknya tidak menerima cukup data tentang keamanannya.
"SAHPRA memutuskan bahwa permohonan (penggunaan darurat) untuk Sputnik V untuk saat ini ditolak. SAHPRA khawatir bahwa penggunaan vaksin Sputnik V dalam kondisi prevalensi dan tingkat kejadian HIV yang tinggi berpotensi meningkatkan risiko tertular HIV pada kaum pria yang sudah disuntik vaksin," kata regulator itu dalam pernyataan.
Gamaleya Institute, pengembang Sputnik V, mengklaim bahw kekhawatiran soal keamanan vaksin vektor Ad5 pada populasi yang berisiko infeksi HIV sama sekali tidak berdasar. Dan menambahkan bahwa SAHPRA bakal menerima semua informasi yang diperlukan.
Lebih dari 250 uji klinis dan 75 publikasi internasional memastikan keamanan vaksin dan obat-obatan berdasarkan pada vektor adenovirus manusia, lanjut Gamaleya.
SAHPRA mengaku telah berkonsultasi dengan pakar ilmiah lokal maupun asing untuk mengambil keputusan mereka. Mereka mengatakan data keamanan yang relevan masih dapat diajukan sebab tinjauan bergulir vaksin itu masih akan terbuka.
Afrika Selatan memiliki kontrak bilateral dengan Pfizer dan Johnson & Johnson, dan telah menyuntikkan lebih dari 20 juta dosis vaksin. Sekitar 14 juta orang telah mendapatkan dosis pertama atau setara dengan 35 persen dari populasi orang dewasa di negara tersebut.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
