
Anthony Fauci, director of the National Institute of Allergy and Infectious Diseases, wears a protective mask while speaking to members of the media before an event on the Biden administration
JawaPos.com - Asal usul virus Korona sampai detik ini belum terungkap. Akan tetapi, baru-baru ini justru beredar dokumen publik bahwa pemerintah AS telah menggelontorkan USD 3,1 juta kepada organisasi kesehatan 'EcoHealth Alliance' untuk mendukung penelitian Covid-19 di Institut Virologi (WIV) Wuhan Tiongkok.
Laporan Fox News, menurut kantor berita AS The Intercept, nilai total proyek penelitian itu mencapai USD 3,1 juta. Buntutnya, nama Ahli Penyakit Menular dr Anthony Fauci ikut dituding berbohong.
Senator AS Rand Paul mengatakan bahwa dokumen publik yang baru tersebut menunjukkan bahwa dr. Anthony Fauci berbohong selama kesaksiannya sebelumnya di Kongres. Dana hibah itu termasuk USD 599 ribu yang digunakan Institut Virologi Wuhan guna mengidentifikasi dan mengubah virus Korona kelelawar yang kemungkinan menginfeksi manusia.
Senator AS Rand Paul mengatakan bahwa dokumen publik itu mengungkapkan sejauh mana pendanaan AS untuk penelitian virus Korona di Wuhan menunjukkan bahwa Kepala Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS (NIAID) dr Anthony Fauci berbohong selama kesaksiannya sebelumnya di Kongres, Fox News melaporkan. Fauci sebelumnya membantah adanya pendanaan semacam itu oleh AS. Mengutip laporan itu, Senator AS untuk Kentucky mengatakan dia telah meminta Departemen Kehakiman untuk meninjau kesaksian Fauci karena berbohong kepada Kongres.
"Saya telah meminta untuk meninjau kesaksian Fauci karena berbohong kepada Kongres. Laporan ini harus memperjelas bahwa dia perlu dimintai pertanggungjawaban," kata Paul.
Selain itu, dokumen tersebut juga mengungkapkan bahwa penelitian eksperimental pada tikus rekayasa genetika dengan reseptor sel manusia dilakukan di Pusat Percobaan Hewan Universitas Wuhan, dan bukan di WIV seperti yang diperkirakan sebelumnya. Sebelumnya, profesor biologi kimia Universitas Rutgers Richard Ebright juga mengecam Direktur Institut Kesehatan Nasional AS (NIH) dan Kepala NIAID Fauci.
"Dokumen tersebut memperjelas bahwa pernyataan Direktur NIH, Francis Collins, dan Direktur NIAID, Anthony Fauci, bahwa NIH tidak mendukung penelitian gain-of-function. Dan potensi peningkatan patogen pandemi di WIV adalah tidak benar," kata Ebright.
Bahkan, sebelum pandemi, banyak ilmuwan khawatir tentang potensi bahaya yang terkait dengan eksperimen semacam itu. Sebelumnya, laporan anggota parlemen Republik yang menyelidiki asal-usul Covid-19 yang dirilis bulan lalu telah menyimpulkan bahwa wabah pandemi berasal dari virus rekayasa genetika yang bocor dari Institut Virologi Wuhan, pertama kali terdeteksi pada Desember 2019.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
