
Photo
JawaPos.com - Bandara Changi Singapura terpukul klaster Covid-19. Padahal bandara ini merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia sebagai pusat transit penerbangan dunia. Jewel Changi Airport dan semua bangunan terminal penumpang bandara akan ditutup untuk umum selama 14 hari dari Kamis hingga 27 Mei.
Klaster Covid-19 terjadi di antara kelompok petugas kebersihan di Terminal 3. Dalam rilis media bersama pada Rabu malam, Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) dan Changi Airport Group (CAG) mengatakan, penutupan sementara Bandara Jewel Changi dan pembatasan masuk ke gedung terminal adalah tindakan pencegahan dan pengujian khusus pekerja. Semua pekerja di Terminal 1 dan 3 serta di Bandara Jewel Changi telah menjalani tes Covid-19 wajib yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan sejak 9 Mei.
“Ini untuk mendeteksi, mengisolasi, dan menangani potensi kasus Covid-19 dengan cepat di komunitas bandara,” kata mereka seperti dilansir dari South China Morning Post, Sabtu (15/5).
Baca Juga: Klaster Covid-19 di RS Singapura Meluas, Semuanya dalam Masa Inkubasi
Operasi pengujian dilakukan ketika 24 kasus komunitas sejauh ini dikaitkan dengan pembersih berusia 88 tahun, termasuk tujuh kasus yang diumumkan pada hari Rabu. Pria itu pertama kali ditemukan mengidap Covid-19 pada 5 Mei.
CAAS dan CAG telah menekankan bahwa Bandara Changi tetap terbuka untuk perjalanan udara selama periode ini. Penumpang dapat terus diturunkan dan dijemput dari bandara, kata mereka. Singapura melaporkan 16 kasus baru Covid-19 pada hari Rabu, 10 di antaranya terjadi di komunitas yang lebih luas.
"Salah satu kasus komunitas belum dilacak dalam kelompok infeksi yang dilaporkan sebelumnya," kata kementerian itu.
Tidak ada kasus baru di asrama pekerja asing, tambah kementerian. Jumlah total kasus Covid-19 di Singapura saat ini mencapai 61.419.
Bandara Changi Singapura adalah yang tersibuk ketujuh di dunia. Pada 2019, Changi Airport Group dan raksasa real estat CapitaLand mengubah tempat yang sebelumnya merupakan tempat parkir mobil terbuka di Terminal 1 menjadi kompleks 10 lantai yang epik dan multifaset. Ribuan warga Singapura berbondong-bondong mengunjungi objek wisata tersebut.
Struktur kaca berbentuk kubah yang berkilau dirancang oleh arsitek Israel-Kanada Moshe Safdie, yang pekerjaannya di masa lalu termasuk Marina Bay Sands yang terkenal di Singapura. Di dalamnya berdiri air terjun dalam ruangan tertinggi di dunia setinggi 40 meter (131 kaki). Ada sekitar 300 lebih toko, gerai makanan dan minuman, dan kawasan alam yang dihuni dengan 2.500 pohon dan 100.000 semak yang dipetik dan diterbangkan dari negara-negara termasuk Spanyol, Tiongkok dan Thailand.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
