
Photo
JawaPos.com - Tiongkok mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam melalui saluran diplomatik mengenai keputusan Jepang membuang air radioaktif di Fukushima ke Samudra Pasifik. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, seperti dilansir Xinhua.
Pernyataan itu disampaikan Zhao saat menjawab pertanyaan terkait isu tersebut. Dia mengatakan bahwa Tiongkok mendesak pihak Jepang untuk mengambil sikap bertanggung jawab dan menangani masalah pembuangan limbah nuklir dengan hati-hati.
Zhao mewanti-wanti insiden kebocoran nuklir Fukushima merupakan salah satu yang paling serius di dunia sejauh ini. Zhao mengatakan bahwa insiden tersebut menyebabkan bocornya bahan radioaktif dalam jumlah besar, yang berdampak besar pada lingkungan laut, keamanan pangan, dan kesehatan manusia.
Zhao menekankan bahwa penanganan limbah nuklir secara tepat terkait dengan kepentingan publik internasional dan kepentingan vital negara-negara tetangga. Hal tersebut harus ditangani dengan hati-hati dan tepat guna menghindari kerusakan lebih lanjut pada lingkungan laut, keamanan pangan, dan kesehatan manusia.
Dunia menurut Zhao menyaksikan dengan keprihatinan mendalam atas keputusan yang akan diambil oleh pihak Jepang mengenai pembuangan air limbah nuklir ke laut, yang menimbulkan keraguan dan penolakan. Penolakan kuat juga muncul di Jepang. Mereka tidak bisa mengabaikannya begitu saja menurut Zhao.
"Pihak Jepang harus bertindak secara bertanggung jawab demi kepentingan publik global dan kepentingan rakyatnya sendiri," sebut Zhao.
Seperti diketahui, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga pada Selasa (13/4) mengatakan bahwa pemerintahnya telah memutuskan untuk membuang air limbah radioaktif yang terkontaminasi di Prefektur Fukushima ke laut. Kendati hal itu mendapat tentangan dari dalam negeri dan internasional.
Suga mengumumkan hal tersebut usai mengadakan pertemuan dengan para menteri terkait guna meresmikan rencana pembuangan air radioaktif yang telah terakumulasi di sebuah pembangkit nuklir ke Samudra Pasifik.
Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi menghasilkan sejumlah besar air yang terkontaminasi radiasi sejak sebuah kecelakaan terjadi karena PLTN itu membutuhkan air untuk mendinginkan reaktor.
Tokyo Electric Power Company Holdings Inc., operator PLTN tersebut, mengatakan butuh waktu sekitar dua tahun untuk memulai proses pembuangan tersebut. Air radioaktif itu telah diolah menggunakan sistem pemrosesan cairan canggih (advanced liquid processing system/ALPS), untuk menghilangkan sebagian besar kontaminan. Namun, unsur seperti tritium radioaktif sulit untuk disaring.
Industri perikanan Jepang dan negara-negara tetangganya telah menyuarakan tentangan keras terhadap rencana tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
