Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2020 | 01.07 WIB

Kontroversi Menu Nasi Ambeng Asal Jawa, Resto di Singapura Minta Maaf

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Sebuah restoran mewah di Singapura menuai kontroversi gara-gara salah satu menu terbaru yang disajikan. Menu tersebut bernama 'Nyonya Nasi Ambeng' yang disajikan dengan harga mewah. Dan menu itu ditawarkan kepada para pelanggan dengan tanpa menyebutkan asal usul sejarah budayanya. Padahal sesuai sejarahnya, nasi ambeng adalah menu khas tanah Jawa, Indonesia.

Dilansir dari AsiaOne, Jumat (5/6), resto tersebut merupakan salah satu resto mewah yang dikenal di industri makanan dan minuman lokal dalam sajian masakan peranakan yang mewah. Sayangnya, reputasi mereka sedikit ternoda dalam beberapa hari terakhir karena dibully telah melakukan perampasan budaya.

Pihak resto mengumumkan beberapa tambahan baru pada menu mereka untuk pengiriman ke rumah (take away) yakni sepiring nasi ukuran keluarga dan aneka lauk pauk yang masing-masing seharga setidaknya SGD 115 atau setara Rp 1 jutaan. Harga yang begitu fantastis untuk satu sajian, dijamin menawarkan pengalaman bersantap mewah.

Nasi ambeng adalah hidangan tradisional yang berasal dari Jawa, Indonesia. Menu itu adalah sajian nasi dengan bermacam-macam daging, sayuran, saus, rempah-rempah. Disajikan dalam nampan besar (dulang) yang dilapisi daun pisang. Hidangan biasanya dimakan dengan tangan dan dapat dimakan sekelompok orang, empat atau lebih secara bersama.

Meski memiliki akar yang kuat dalam masakan Jawa-Melayu, posting asli di halaman Facebook resto itu tidak menyebutkan atau merujuk ke asalnya. Menunya dinamakan 'Nyonya Nasi Ambeng'.

Memperkenalkan hidangan kepada audiens baru tanpa menyebutkan tentang asal-usul budayanya dapat dianggap meremehkan akarnya sebagai santapan sederhana yang dimakan oleh keluarga Jawa Kuno. Kritik langsung datang dengan cepat di bagian komentar dan orang-orang menuduh resto melakukan perampasan budaya dan mengambil untung.

Setelah berhari-hari menerima serangan balasan, pihak resto mengeluarkan pernyataan permintaan maaf, mengakui ketidakpekaannya sambil menafsirkan kembali nasi ambeng agar sesuai dengan motif Peranakannya. Pihak resto berterima kasih kepada banyak orang yang datang untuk menjelaskan pentingnya dan seluk-beluk di balik hidangan tradisional.

"Sebagai label yang didedikasikan untuk mengeksplorasi budaya makanan yang kaya dan beragam di Asia Tenggara, kami gagal dengan secara budaya menyesuaikan hidangan ini," bunyi pernyataan itu.

Penawaran baru restoran ini akhirnya sudah diubah. Akhirnya menu itu dinamai sebagai 'Nampan Keluarga', dan masih akan dijual dengan harga yang sama (mewah). Dan pihak resto sudah menambahkan makna budaya nasi ambeng dalam komunitas Jawa.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=JwBHdc9wMWY

https://www.youtube.com/watch?v=USVHmjIeKnw

https://www.youtube.com/watch?v=6XoWjuIdtfs

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore