
Photo
JawaPos.com - Sebuah restoran mewah di Singapura menuai kontroversi gara-gara salah satu menu terbaru yang disajikan. Menu tersebut bernama 'Nyonya Nasi Ambeng' yang disajikan dengan harga mewah. Dan menu itu ditawarkan kepada para pelanggan dengan tanpa menyebutkan asal usul sejarah budayanya. Padahal sesuai sejarahnya, nasi ambeng adalah menu khas tanah Jawa, Indonesia.
Dilansir dari AsiaOne, Jumat (5/6), resto tersebut merupakan salah satu resto mewah yang dikenal di industri makanan dan minuman lokal dalam sajian masakan peranakan yang mewah. Sayangnya, reputasi mereka sedikit ternoda dalam beberapa hari terakhir karena dibully telah melakukan perampasan budaya.
Pihak resto mengumumkan beberapa tambahan baru pada menu mereka untuk pengiriman ke rumah (take away) yakni sepiring nasi ukuran keluarga dan aneka lauk pauk yang masing-masing seharga setidaknya SGD 115 atau setara Rp 1 jutaan. Harga yang begitu fantastis untuk satu sajian, dijamin menawarkan pengalaman bersantap mewah.
Nasi ambeng adalah hidangan tradisional yang berasal dari Jawa, Indonesia. Menu itu adalah sajian nasi dengan bermacam-macam daging, sayuran, saus, rempah-rempah. Disajikan dalam nampan besar (dulang) yang dilapisi daun pisang. Hidangan biasanya dimakan dengan tangan dan dapat dimakan sekelompok orang, empat atau lebih secara bersama.
Meski memiliki akar yang kuat dalam masakan Jawa-Melayu, posting asli di halaman Facebook resto itu tidak menyebutkan atau merujuk ke asalnya. Menunya dinamakan 'Nyonya Nasi Ambeng'.
Memperkenalkan hidangan kepada audiens baru tanpa menyebutkan tentang asal-usul budayanya dapat dianggap meremehkan akarnya sebagai santapan sederhana yang dimakan oleh keluarga Jawa Kuno. Kritik langsung datang dengan cepat di bagian komentar dan orang-orang menuduh resto melakukan perampasan budaya dan mengambil untung.
Setelah berhari-hari menerima serangan balasan, pihak resto mengeluarkan pernyataan permintaan maaf, mengakui ketidakpekaannya sambil menafsirkan kembali nasi ambeng agar sesuai dengan motif Peranakannya. Pihak resto berterima kasih kepada banyak orang yang datang untuk menjelaskan pentingnya dan seluk-beluk di balik hidangan tradisional.
"Sebagai label yang didedikasikan untuk mengeksplorasi budaya makanan yang kaya dan beragam di Asia Tenggara, kami gagal dengan secara budaya menyesuaikan hidangan ini," bunyi pernyataan itu.
Penawaran baru restoran ini akhirnya sudah diubah. Akhirnya menu itu dinamai sebagai 'Nampan Keluarga', dan masih akan dijual dengan harga yang sama (mewah). Dan pihak resto sudah menambahkan makna budaya nasi ambeng dalam komunitas Jawa.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=JwBHdc9wMWY
https://www.youtube.com/watch?v=USVHmjIeKnw
https://www.youtube.com/watch?v=6XoWjuIdtfs

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
