Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 April 2020 | 18.54 WIB

WHO: Virus Korona Sangat Mungkin dari Hewan, Bukan dari Laboratorium

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menegaskan bahwa virus Korona jenis baru atau Covid-19 bukan berasal dari laboratorium di Wuhan, Tiongkok. Penegasan itu sekaligus untuk mematahkan dugaan Amerika Serikat dan pihak lain yang menyebut virus Korona dari lab di Wuhan yang bocor. Bahkan, AS menegaskan akan tetap melakukan penyelidikan.

Selain menegaskan Covid-19 bukan dari lab di Wuhan, WHO juga menyatakan bahwa berdasar seluruh bukti yang ada menunjukkan Covid-19 berasal dari hewan di Tiongkok. Kemunculannya pada akhir tahun lalu dan tidak dimanipulasi atau diproduksi di laboratorium.

"Semua bukti yang ada menunjukkan bahwa virus tersebut berasal dari hewan dan tidak dimanipulasi atau diproduksi di laboratorium atau di tempat lain," kata Juru Bicara WHO Fadela Chaib dalam jumpa pers di Jenewa, Selasa. "Kemungkinan besar, kemungkinan virus itu berasal dari hewan," imbuhnya.

Fadela menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan bagaimana virus itu melompati penghalang spesies ke manusia. Namun, WHO percaya virus itu menyebar karena ada inang hewan perantara.

"Kemungkinan besar virus itu memiliki wadah ekologis pada kelelawar, tetapi bagaimana virus beralih dari kelelawar ke manusia masih harus dilihat dan ditemukan," ungkapnya.

Dia tidak menanggapi permintaan untuk menjelaskan apakah ada kemungkinan virus tersebut lolos dari laboratorium secara tidak sengaja. Institut Virologi Wuhan telah menepis desas-desus bahwa pihaknya menyintesis virus atau membiarkannya lolos.

Sementara itu, terkait klaim Trump menghentikan pendanaan kepada WHO, Fadela menyebut masih mengkaji sebelum memberikan penilaian. "Kami masih menilai situasi tentang pengumuman oleh Presiden Trump dan kami akan menilai situasinya. Terlepas dari itu, kami akan bekerja dengan mitra kami untuk mengisi celah," sebutnya.

"Sangat penting untuk melanjutkan apa yang kita lakukan tidak hanya untuk Covid-19 tetapi untuk banyak program kesehatan lainnya," tambahnya merujuk pada tindakan menangani polio, HIV, dan malaria.

Dia mengatakan bahwa WHO memiliki 81 persen pendanaan untuk dua tahun ke depan pada akhir Maret, mengacu pada anggaran dua tahunan senilai USD 4,8 miliar. AS sendiri adalah pendonor terbesar bagi WHO. Kontributor besar lainnya adalah Gates Foundation dan Inggris.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=59Nx08Fe7K0

 

https://www.youtube.com/watch?v=302pv5e3dlQ

 

https://www.youtube.com/watch?v=ObkbBFmVo1M

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore