Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Mei 2021 | 00.18 WIB

Disuntik Sinovac 99,49 Persen Kebal Covid-19, AstraZeneca 97,26 Persen

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Penelitian di Thailand mengungkapkan hasil fantastis dari efektivitas vaksin Covid-19. Mereka membandingkan dua vaksin yang sudah banyak digunakan yakni vaksin Sinovac dan vaksin AstraZeneca.

Para peneliti menyebutkan, dilansir dari Bangkok Post, Kamis (20/5), vaksin Sinovac dan formula dari AstraZeneca keduanya dapat meningkatkan respons antibodi pada hampir semua penerima vaksin. Ini adalah hasil dari studi program vaksinasi yang dijalankan oleh Center of Excellence in Clinical Virology of the Faculty of Medicine di Chulalongkorn University.

Photo



Vaksin AstraZeneca

Hingga 97,26 persen orang yang menerima vaksin AstraZeneca disebutkan telah mengembangkan respons imun dalam tes yang dilakukan empat minggu setelah suntikan pertama. Sekretaris tetap Kementerian Riset dan Inovasi Sains Pendidikan Tinggi Prof Sirirerk Songwilai mengatakan tidak ada hasil tes setelah injeksi kedua yang dimasukkan dalam penelitian karena belum dilakukan pada saat itu.

Vaksin Sinovac

Mengenai kemanjuran vaksin Sinovac, penelitian tersebut menemukan 99,49 persen penerima telah mengembangkan antibodi empat minggu setelah injeksi kedua. Namun, hanya 65,9 persen kekebalan usai tiga minggu setelah suntikan pertama.

Metode

Antibodi terhadap Sars-CoV-2 diukur menggunakan Roche Elecsys Electrochemiluminescence Immunoassay (ECLIA). Adalah deteksi kualitatif dari total antibodi yang dikembangkan untuk melawan Sars-CoV-2 dalam plasma manusia atau spesimen serum.

Sampel darah diambil dari kelompok kontrol dan eksperimen untuk pengujian respon antibodi sebelum injeksi vaksin serta empat minggu setelah suntikan suntikan pertama vaksin AstraZeneca. Tes antibodi pra-vaksinasi yang sama diterapkan pada kelompok vaksinasi Sinovac. Sementara lebih banyak tes antibodi akan dilakukan lagi tiga minggu setelah suntikan pertama dan sekali lagi empat minggu setelah suntikan kedua.

Respons antibodi alami terhadap virus Korona juga diperiksa pada sekelompok 263 pasien yang terinfeksi Covid-19 untuk dibandingkan dengan respons kekebalan yang diinduksi oleh kelompok yang divaksinasi. Ketika dianalisis berdasarkan usia, 44 penerima vaksin berusia antara 18 dan 59 tahun dalam kelompok AstraZeneca yang sama mengembangkan tanggapan antibodi. Dalam kelompok vaksin Sinovac, 124 dari semua 188 penerima vaksin (65,9 persen) mengembangkan antibodi tiga minggu setelah suntikan pertama.

Baca juga: Vaksin Sinovac di Dunia Nyata Sangat Efektif Dibanding Uji Klinis

"Program tersebut menyimpulkan bahwa vaksin AstraZeneca dan Sinovac sangat efektif dalam meningkatkan respons kekebalan terhadap virus Korona baru," katanya.

Prof Sirirerk menekankan kemanjuran tinggi dalam meningkatkan antibodi terhadap Sars-CoV-2 dari vaksin Sinovac Covid-19 hanya bisa dibuktikan setelah kedua suntikan telah diberikan kepada subjek. Meskipun manjur saat suntikan pertama, namun tampak rendah dibanding dua dosis.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore