
Photo
JawaPos.com - Penelitian di Thailand mengungkapkan hasil fantastis dari efektivitas vaksin Covid-19. Mereka membandingkan dua vaksin yang sudah banyak digunakan yakni vaksin Sinovac dan vaksin AstraZeneca.
Para peneliti menyebutkan, dilansir dari Bangkok Post, Kamis (20/5), vaksin Sinovac dan formula dari AstraZeneca keduanya dapat meningkatkan respons antibodi pada hampir semua penerima vaksin. Ini adalah hasil dari studi program vaksinasi yang dijalankan oleh Center of Excellence in Clinical Virology of the Faculty of Medicine di Chulalongkorn University.
Photo
Vaksin AstraZeneca
Hingga 97,26 persen orang yang menerima vaksin AstraZeneca disebutkan telah mengembangkan respons imun dalam tes yang dilakukan empat minggu setelah suntikan pertama. Sekretaris tetap Kementerian Riset dan Inovasi Sains Pendidikan Tinggi Prof Sirirerk Songwilai mengatakan tidak ada hasil tes setelah injeksi kedua yang dimasukkan dalam penelitian karena belum dilakukan pada saat itu.
Vaksin Sinovac
Mengenai kemanjuran vaksin Sinovac, penelitian tersebut menemukan 99,49 persen penerima telah mengembangkan antibodi empat minggu setelah injeksi kedua. Namun, hanya 65,9 persen kekebalan usai tiga minggu setelah suntikan pertama.
Metode
Antibodi terhadap Sars-CoV-2 diukur menggunakan Roche Elecsys Electrochemiluminescence Immunoassay (ECLIA). Adalah deteksi kualitatif dari total antibodi yang dikembangkan untuk melawan Sars-CoV-2 dalam plasma manusia atau spesimen serum.
Sampel darah diambil dari kelompok kontrol dan eksperimen untuk pengujian respon antibodi sebelum injeksi vaksin serta empat minggu setelah suntikan suntikan pertama vaksin AstraZeneca. Tes antibodi pra-vaksinasi yang sama diterapkan pada kelompok vaksinasi Sinovac. Sementara lebih banyak tes antibodi akan dilakukan lagi tiga minggu setelah suntikan pertama dan sekali lagi empat minggu setelah suntikan kedua.
Respons antibodi alami terhadap virus Korona juga diperiksa pada sekelompok 263 pasien yang terinfeksi Covid-19 untuk dibandingkan dengan respons kekebalan yang diinduksi oleh kelompok yang divaksinasi. Ketika dianalisis berdasarkan usia, 44 penerima vaksin berusia antara 18 dan 59 tahun dalam kelompok AstraZeneca yang sama mengembangkan tanggapan antibodi. Dalam kelompok vaksin Sinovac, 124 dari semua 188 penerima vaksin (65,9 persen) mengembangkan antibodi tiga minggu setelah suntikan pertama.
Baca juga: Vaksin Sinovac di Dunia Nyata Sangat Efektif Dibanding Uji Klinis
"Program tersebut menyimpulkan bahwa vaksin AstraZeneca dan Sinovac sangat efektif dalam meningkatkan respons kekebalan terhadap virus Korona baru," katanya.
Prof Sirirerk menekankan kemanjuran tinggi dalam meningkatkan antibodi terhadap Sars-CoV-2 dari vaksin Sinovac Covid-19 hanya bisa dibuktikan setelah kedua suntikan telah diberikan kepada subjek. Meskipun manjur saat suntikan pertama, namun tampak rendah dibanding dua dosis.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
