
Photo
JawaPos.com - Awal dari kekacauan di Bolivia sebenarnya datang dari ambisi Evo Morales. Dia diduga kuat memanipulasi pemilu Oktober lalu. Hal itu memancing protes berdarah yang merenggut nyawa tiga warga sipil.
Dua tahun sebelum pemilu, rakyat sudah mulai muak dengan pria keturunan suku Aymara itu. Sebab, Morales mengusulkan agar batas tiga periode untuk satu presiden dicabut. Usulan tersebut sudah ditolak rakyat pada referendum 2016. Namun, pemerintah tetap mengubah aturan itu.
Baca juga: Unjuk Rasa Makin Masif, Presiden Bolivia Umumkan Pengunduran Diri
Pada putaran pertama, oposisi sayap kanan merasa sudah menang. Sebab, Morales diprediksi gagal mencapai keunggulan 10 persen atas kandidat terkuat kedua. Jika keunggulan tak sampai 10 persen, bakal ada putaran kedua.
Sedangkan Carlos Mesa, calon oposisi, sudah mendapatkan dukungan dari kandidat lain yang gugur. ”Ini adalah akhir dari sebuah tirani,” ungkap Mesa seperti dilansir New York Times.
Baca juga: Kehidupan Evo Morales Dalam Bahaya Usai Mundur, Meksiko Berikan Suaka
Namun, tiba-tiba komisi pemilihan Bolivia berhenti merilis progres penghitungan suara. Dua puluh empat jam kemudian, mereka mengumumkan kemenangan Morales. Hal itulah yang memicu rakyat turun ke jalan.
Dengan hilangnya Morales, rakyat Bolivia belum terlepas dari bencana. Aksi pembakaran dan penjarahan yang terjadi saat unjuk rasa masih berlanjut. Harga bahan pokok meningkat tiga kali lipat. Transportasi di perkotaan pun lumpuh.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
