Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Oktober 2019 | 23.45 WIB

Jadikan Catalunya Hongkong Berikutnya

LUAPAN AMARAH: Demonstran bentrok dengan polisi Spanyol di sekitar Bandara El Prat, Barcelona, Senin (14/10). Mereka memprotes vonis MA Spanyol terhadap tokoh separatis Catalunya. (PAU BARRENA/AFP) - Image

LUAPAN AMARAH: Demonstran bentrok dengan polisi Spanyol di sekitar Bandara El Prat, Barcelona, Senin (14/10). Mereka memprotes vonis MA Spanyol terhadap tokoh separatis Catalunya. (PAU BARRENA/AFP)

JawaPos.com – Penduduk Catalunya, Spanyol, berang. Mereka tidak bisa menerima vonis Mahkamah Agung (MA) Spanyol terhadap sembilan tokoh oposisi Senin waktu setempat (14/10). Sembilan orang itu dinyatakan bersalah dan terbukti menghasut publik serta menggunakan dana publik dalam kampanye referendum. Hasil referendum 2017 itu, Catalunya bercerai dari Spanyol.

Dalam vonisnya, MA menjatuhkan hukuman 9–13 tahun penjara terhadap sembilan tokoh tersebut. Selain itu, mereka tidak boleh memegang jabatan publik selama 13 tahun. Atas putusan tersebut, publik protes.

”Waktunya sudah tiba untuk membuat suara kita didengar dunia.” Demikian bunyi ajakan unjuk rasa yang disebarluaskan akun Democratic Tsunami pada Telegram seperti dikutip Agence France-Presse kemarin (15/10).

Akun itu memiliki 150 ribu pengikut. Democratic Tsunami mengimbau massa membajak Bandara El Prat di Barcelona. Ribuan orang mematuhi ajakan itu. Mereka memblokade jalan dan rel kereta api yang menuju bandara. Sekitar 110 penerbangan terpaksa ditunda.

Dalam aksi tersebut, massa sempat bentrok dengan polisi. Dilaporkan, 131 orang terluka. Sebanyak 115 orang di antaranya terluka saat berunjuk rasa di bandara. Sisanya mengalaminya di Barcelona dan beberapa titik lain. Salah satu demonstran terluka parah di bagian mata.

”Terima kasih banyak untuk semua yang bergerak melawan ketidakadilan hukuman #tahanan politik,” cuit Quim Torra, presiden wilayah otonomi khusus Catalunya. Tagar #tahananpolitik kini marak digunakan. Beberapa media sosial mendorong massa untuk menjadikan aksi di Catalunya seperti di Hongkong. Banyak pekerja yang sengaja membolos demi ikut aksi.

Hingga kemarin (15/10), sejumlah ruas jalan dan jalur kereta tetap tidak bisa diakses. Sebanyak 45 penerbangan dibatalkan. Rencananya, massa menggelar aksi yang lebih besar. Mereka akan berangkat menuju Barcelona dari lima kota di Catalunya. Mereka akan tiba Jumat (18/10).

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore