Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 November 2018 | 00.53 WIB

Seorang Bayi Ditemukan Nelayan Terapung di Laut

Seorang bayi di Selandia Baru telah selamat setelah mengapung di laut. Bayi tersebut ditemukan setelah ia melewati seorang nelayan bernama Gus Hutt - Image

Seorang bayi di Selandia Baru telah selamat setelah mengapung di laut. Bayi tersebut ditemukan setelah ia melewati seorang nelayan bernama Gus Hutt

JawaPos.com - Seorang bayi di Selandia Baru telah selamat setelah mengapung di laut. Bayi tersebut ditemukan setelah ia melewati seorang nelayan bernama Gus Hutt, dan kemudian diselamatkan olehnya.


Hutt sedang mempersiapkan untuk memancing ikan pada pagi hari. Tiba-tiba ia melihat sesuatu mengapung seperti boneka melewatinya di Matata Beach di North Island's Bay of Plenty.


"Kupikir dia hanya boneka," kata Hutt dilansir dari Channel News Asia pada Selasa (6/11). "Jadi aku mengulurkan tangan dan mencengkeram lengannya, bahkan saat itu aku masih mengira itu hanya boneka," tambahnya.


"Wajahnya tampak pucat, dengan rambut yang basah, tapi kemudian dia mengeluarkan sedikit suara dan saya langsung berpikir 'oh Tuhan ini bayi dan itu hidup'," ujarnya.


Ternyata bayi yang dikira boneka itu adalah Maleakhi Reeve yang baru berusia 18 bulan. Dia diketahui telah membuka ritsleting tenda orang tuanya yang sedang tidur, kemudian berjalan keluar dari tempat perkemahan di tepi pantai dan masuk ke dalam air, lalu arus membawanya.


"Dia mengambang dengan kecepatan yang stabil di air. Jika saya tidak ada di sana, atau jika saya baru saja datang semenit kemudian saya tidak akan melihatnya," kata Hutt.


Orang tua Maleakhi bergegas datang. Ibunya yang bernama Jessica Whyte menemukan anaknya yang sudah ungu, dingin dan terlihat lebih kecil dari biasanya. Tapi setelah perawatan dari paramedis, dia terlihat lebih membaik.


Akibat kejadian tersebut, Kepala eksekutif Water Safety Selandia Baru Jonty Mills mengatakan, kasus Maleakhi mungkin telah berakhir dengan bahagia, tetapi itu menunjukkan bahaya yang dihadapi anak-anak di sekitar air. "Ini adalah kisah bertahan hidup yang sangat ajaib," katanya.


Dia mengatakan, tujuh anak yang masih pra-sekolah tenggelam tahun lalu di Selandia Baru dan ada tiga korban jiwa yang melibatkan anak-anak balita sejauh ini di tahun 2018.


"Satu-satunya cara untuk menjaga bayi dan balita aman di sekitar air adalah pengawasan orang dewasa yang selalu aktif setiap saat," tutupnya.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore