
Tahun ajaran baru sudah masuk bagi para siswa di Venezuela, namun hanya beberapa siswa yang hadir di kelas. Krisis ekonomi membuat banyak keluarga tidak mampu membiayai sekolah mereka bahkan untuk makan sudah terasa terlalu sulit
JawaPos.com - Krisis yang hingga kini terus melanda Venezuela masih terus belum mendapatkan solusi. Semakin menggilanya biaya hidup dan tak terpenuhinya kebutuhan banyak warga Venezuela yang memutuskan untuk meninggalkan negara mereka dan pindah ke negara lain. Tahun ajaran baru sudah masuk bagi para siswa di Venezuela, namun hanya beberapa siswa yang hadir di kelas.
Krisis ekonomi membuat banyak keluarga tidak mampu membiayai sekolah mereka bahkan untuk makan sudah terasa terlalu sulit bagi mereka. Ada juga yang tetap fokus membiayai pendidikan sekuat tenaga dan mengenyampingkan kebutuhan makan.
Negara yang dikenal dengan minyaknya tersebut semakin terpuruk saat ratusan ribu warganya lebih memilih meninggalkan Venezuela untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, menurut para guru, kehadiran siswa merupakan hal penting yang harus dipenuhi tahun ini. Di Caucagua yang merupakan daerah miskin hanya ada tiga siswa yang datang ke sekolah dasar Miguel Acevado Educational Unit, padahal mereka memiliki 65 murid.
Menurut Kepala Sekolah Nereida Veliz, kinerja sekolah cukup rendah karena anak-anak tidak datang ke kelas. Selain itu, di sekolah kecil listrik padam dan air mengalir hanya bekerja tiga hari seminggu. Siswa umumnya hanya akan datang untuk menerima makanan yang disponsori negara.
"Mereka tidak makan di rumah, mereka makan di sini," lanjut Veliz. Departemen Pendidikan tidak menanggapi permintaan untuk komentar. Menteri Pendidikan Aristobulo Isturiz mengatakan, kelas akan dimulai minggu ini untuk 7,6 juta siswa di 30 ribu sekolah di seluruh negeri, sebuah angka yang mencakup 5 ribu sekolah swasta pada Jumat, (14/9).
Namun kebutuhan sekolah lainnya seperti pensil, buku dan seragam masih berada di luar jangkauan warga untuk dipenuhi. Selain itu, kendala transportasi juga jadi masalah namun para orangtua sebisa mungkin mengusahakan agar anak mereka dapat berangkat ke sekolah.
"Saya berusaha keras untuk membawa anak saya ke sekolah. Sebagian seragamnya merupakan seragam tahun lalu dan alat tulis lainnya dari saudara laki-lakinya. Saya menemukan sepatu yang dijual. Yang paling sulit adalah persediaan sekolah," kata Omaira Bracho, 50, seperti dilansir Channel News Asia.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
