Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 September 2018 | 14.10 WIB

Orang Eropa Kebanyakan Merokok dan Kegendutan

Studi itu juga memperingatkan bahwa orang Eropa terlalu banyak merokok dan meningkatnya obesitas dapat menjadi masalah jika dibiarkan - Image

Studi itu juga memperingatkan bahwa orang Eropa terlalu banyak merokok dan meningkatnya obesitas dapat menjadi masalah jika dibiarkan

JawaPos.com - Angka harapan hidup di Eropa telah meningkat. Namun masih ada peringatan: Terlalu banyak merokok dan meningkatnya obesitas yang menghambat kemajuan. Laporan baru oleh Organisasi Kesehatan Dunia, WHO menunjukkan: Orang Eropa lebih sehat dan bisa hidup lebih lama dibandingkan lima tahun lalu.


Namun, studi itu juga memperingatkan bahwa orang Eropa terlalu banyak merokok dan meningkatnya obesitas dapat menjadi masalah jika dibiarkan. Pada 2010, tercatat angka harapan hidup orang Eropa mencapai 76,7 tahun dan meningkat menjadi 77,8 tahun pada tahun 2015.


Kajian dari laporan itu merinci:


- Orang Eropa hidup rata-rata lebih dari satu tahun lebih lama jika dibandingkan dengan lima tahun lalu.


- Kematian prematur telah menurun sejak awal milenium.


- Kematian prematur yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes mellitus dan penyakit pernapasan kronis menurun.


- Merokok, alkohol, meningkatnya obesitas dan kekurangan vaksinasi menghambat kemajuan di beberapa negara.


- Penggunaan tembakau di Eropa adalah yang tertinggi di dunia, dengan satu dari tiga orang berusia 15 tahun ke atas merokok.


- Konsumsi alkohol telah turun, tetapi angka orang dewasa peminum alkohol tetap yang tertinggi di dunia.


- Lebih dari setengah orang Eropa kelebihan berat badan. Angka obesitas pada orang dewasa meningkat di sebagian besar benua.


'Kemajuan yang tidak seimbang'


Dr Zsuzsanna Jakab, yang merupakan Direktur Regional WHO untuk Eropa, mengatakan laporan itu menunjukkan bahwa sebagian besar negara Eropa telah mengambil "langkah signifikan" untuk memenuhi target utama yang disetujui di bawah inisiatif Kesehatan 2020 , kerangka kebijakan kesehatan Eropa.


Namun dia memperingatkan risiko dari faktor-faktor yang berhubungan dengan gaya hidup seperti merokok, alkohol dan kegemukan seperti disebutkan dalam kajian studi itu.. "Kemajuanbya tidak merata di antara negara-negara, antar jenis kelamin, dan lintas generasi," kata Jakab.


Laporan yang diterbitkan setiap tiga tahun ini melacak kemajuan terhadap target yang ditetapkan di bawah inisiatif Kesehatan 2020, yang diadopsi pada tahun 2012. Sasaran kesehatannya termasuk bagaimana upaya mengurangi kematian dini dan ketidaksetaraan kesehatan, serta angka harapan hidup.


Bagaimana dengan catatan kesehatan di Jerman?

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore