
Babchenko memalsukan kematiannya
JawaPos.com - Ukraina memalsukan kematian wartawan Rusia di negara tersebut Arkady Babchenko yang tewas ditembak di apartemennya di Kiev pada Rabu, (30/5). Baru terungkap, sandiwara kematiannya dilakukan untuk melindungi keselamatan Babchenko dari rencana pembunuhan yang diduga dilakukan Rusia terhadapnya.
Babchenko merupakan wartawan yang terkenal membangkang dan kerap melayangkan kritik keras terhadap Kremlin. Ia tak disukai akibat kritik-kritiknya yang tajam.
Babchenko mengatakan, ia berkolaborasi dalam sebuah rencana untuk memalsukan kematiannya sendiri karena takut menjadi sasaran pembunuhan Rusia. Seperti yang terjadi pada mantan agen Rusia Sergei Skripal yang diracun Novichok di Salisbury, Inggris.
Pejabat Ukraina mengatakan, Babchenko tewas ditembak mati di gedung apartemennya di Kiev, Ukraina. Gambar jenazahnya yang tergenang darah pun telah diterbitkan. Kematian palsu itu begitu menyakinkan hingga seluruh media di dunia tertipu.
Seperti dilansir Reuters, para pejabat Rusia meminta dilakukan penyelidikan terhadap upaya pembunuhan terhadap Babchenko. Rusia membantah pihaknya berupaya membunuh wartawan tersebut.
Pejabat keamanan Ukraina menjelaskan, mereka memalsukan kematian Babchenko demi menggagalkan dan mengekspos rencana terhadap pembunuhan Babchenko yang dilakukan Rusia.
Pemalsuan kematian Babchenko tersebut menuai kecaman dari beberapa advokat media dan para pengamat. Mereka menilai tipu muslihat seperti itu telah merusak kredibilitas dalam jurnalisme.
Babchenko mengaku, ia terlibat dalam tipu muslihat yang dilancarkan pejabat kemanan Ukraina karena merasa terancam keselamatan hidupnya. Ia mengatakan, betapa lelahnya bermain dengan sandiwara yang rumit.
Ia bahkan hanya ingin menghilang ke Kutub Utara setelah para pejabat keamanan Ukrainana menyampaikan rencana pembunuhan Rusia terhadapnya.
"Bagi semua orang yang mengatakan hal ini menggerogoti kepercayaan terhadap wartawan, apa yang akan kamu lakukan jika berada di posisi saya. Jika mereka datang dengan sesuatu yang mengancam kamu?" kata Babchenko.
Menurut Babchenko, kekhawatiran atas keselamatan diri harus didahulukan terlebih dahulu daripada etika jurnalistik.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
