Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Juni 2018 | 22.10 WIB

Paus Fransiskus Berjanji tak Ada Lagi Pelecehan Seksual di Gereja

Paus Fransiskus berjanji tak ada lagi pelecehan seksual di gereja Chile - Image

Paus Fransiskus berjanji tak ada lagi pelecehan seksual di gereja Chile

JawaPos.com - Paus Fransiskus berjanji kepada umat Katolik di Chile kalau tidak akan ada lagi pelecehan seksual di gereja. Dia menyatakan, gereja tidak akan lagi menutup-nutupi skandal yang telah mengancurkan kredibilitasnya.


Paus mengeluarkan pernyataan itu dalam sebuah surat kepada semua umat Katolik Chile. Hal itu dilakukan bersamaan dengan Vatikan mengumumkan, Paus mengirim dua penyelidik untuk mengumpulkan lebih banyak informasi tentang krisis di sana.


Penyelidik seksual dari Vatikan tersebut adalah Uskup Agung Charles Scicluna dari Malta, dan Pastor Jordi Bertomeu. Mereka berpengalaman di bidangnya dan sudah mengunjungi Chile di awal tahun ini.


Dalam surat yang dikeluarkan oleh para uskup Chile, Paus juga memuji para korban pelecehan seksual di negara itu karena gigih dalam membawa kebenaran meskipun ada upaya dari para pejabat gereja untuk mendiskreditkan mereka.


"Ini tidak akan pernah terjadi lagi, tidak akan ada lagi yang menutup-nutupi," kata Paus seperti dilansir Reuters, (1/6).


"Saya juga menyerukan kepada semua agar jeli dan berani dalam menghadapi ini," tambah Paus.


Dalam surat delapan halaman tersebut, ia juga menggambarkan bahwa skandal peleceham Chile ini sebagai luka yang sangat menyakitkan. Beberapa jam sebelum surat itu dirilis di Chile, Vatikan mengatakan, Scicluna dan Bertomeu akan berkonsentrasi pada keuskupan Osorno di Chile Selatan.


Keduanya akan bergerak maju untuk menyembuhkan para korban pelecehan seksual. Mereka juga menyiapkan laporan sebanyak 2.300 halaman dari hasil pembicaraan dengan korban, saksi, dan anggota gereja lainnya.


Pada tanggal 18 Mei, ada 34 uskup Chile mengundurkan diri setelah menghadiri pertemuan dengan Paus di Vatikan tentang pelecehan seksual di Amerika Selatan. Ia belum menerima pengunduran diri mereka.


Skandal ini berkisah tentang Pastor Fernando Karadima, yang dinyatakan bersalah dalam penyelidikan Vatikan pada 2011 karena melecehkan banyak anak lelaki di Santiago pada tahun 1970-an dan 1980-an. Ia tinggal di panti jompo di Chile, dia selalu membantah melakukan kejahatan seksual.


Para korban menuduh Uskup Juan Barros dari Osorno menyaksikan itu tetapi tidak melakukan apapun untuk menghentikannya. Barros merupakan salah satu dari uskup di Chile yang mengundurkan diri. Ia terus membantah tuduhan tersebut.


Selama kunjungan ke Chile pada bulan Januari, Paus juga sempat kukuh membela Barros. Tetapi beberapa hari setelah kembali ke Roma, Paus, mendapat informasi baru, mengirim Scicluna dan Bertomeu ke Chile.


Beberapa dari temuan mereka dimasukkan dalam dokumen 10 halaman yang disampaikan kepada para uskup ketika mereka datang ke Roma.


Pada bulan April, Paus menjadi tuan rumah tiga korban yang mengatakan, mereka dilecehkan oleh Karadima. Akhir pekan ini dia akan bertemu dengan para imam yang mengatakan mereka dilecehkan oleh Karadima ketika mereka masih muda.



Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore