
This photograph taken on May 28, 2020 shows labourers queueing for a temperature check at the Aqualite footwear factory in Bahadurgarh in the northern Indian state of Haryana, after the government eased a nationwide lockdown imposed as a preventive measur
JawaPos.com - India melaporkan rekor peningkatan kasus harian Covid-19. Hanya dalam 24 jam, kasus Covid-19 di India bertambah 234.692 orang. Itu adalah rekor kenaikan harian kedelapan dalam sembilan hari terakhir.
Total kasus di India kini mencapai hampir 14,5 juta, posisi kedua setelah Amerika Serikat yang telah melaporkan lebih dari 32 juta infeksi. Kematian India akibat Covid-19 naik 1.341 menjadi total 175.649.
Ibu kota India, New Delhi, mencatat 24 ribu kasus virus Korona dalam periode 24 jam. Akibatnya kondisi India kini darurat karena menghadapi kekurangan akut tempat tidur rumah sakit.
Baca Juga: WHO Sebut Varian Covid-19 dari India Kemungkinan Lebih Menular
“Situasinya sangat kritis, mengkhawatirkan. Oksigen kekurangan pasokan," kata Menteri Utama Arvind Kejriwal seperti dilansir dari Global News, Minggu (18/4).
"Tempat tidur yang dilengkapi dengan suplai oksigen, dan untuk perawatan kritis, terisi dengan cepat," tambahnya.
New Delhi, yang memberlakukan jam malam akhir pekan, adalah salah satu kota yang paling parah terkena dampaknya di India. Menteri Kesehatan Federal Harsh Vardhan pada hari Sabtu mengatakan 125 juta dosis dosis telah diberikan dan 11,6 juta dosis akan tersedia dalam seminggu. Beberapa pemerintah daerah termasuk di kota New Delhi telah menyuarakan keprihatinan atas kekurangan dan penimbunan obat anti-virus Remdesivir.
Dipicu Pemilu dan Festival Agama
Dalam beberapa pekan terakhir, kritik meningkat atas bagaimana pemerintah federal Perdana Menteri Narendra Modi menangani krisis kesehatan. Krisis Covid-19 saat ini terjadi karena dipicu festival keagamaan dan demonstrasi pemilihan terus berlanjut. Padahal sudah ada laporan kekurangan tempat tidur rumah sakit, tabung oksigen, dan dosis vaksinasi.
Ratusan ribu pertapa dan umat Hindu yang taat berkumpul selama beberapa hari di sepanjang tepi Sungai Gangga untuk festival keagamaan Kumbh Mela. Padahal salah satu pemuka agama Swami Avdheshanand mengimbau umat untuk tidak berkumpul dalam jumlah besar.
"Mereka yang kembali ke Mumbai dari Kumbh Mela harus dikarantina," kata walikota.
Para ahli telah memperingatkan tentang penyebaran varian penyakit yang lebih menular, terutama selama pertemuan skala besar untuk festival keagamaan dan demonstrasi politik. Lalu ada juga dua aksi unjuk rasa di negara bagian timur Benggala Barat tempat pemungutan suara negara bagian.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=U6jPSut-s_U

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
