
Chinese President Xi Jinping (L) and Myanmar President Win Myint meet at the Presidential Palace in Naypyidaw on January 17, 2020. - Chinese President Xi Jinping touched down in Myanmar
JawaPos.com – Xi Jinping menginjakkan kaki di Myanmar, Jumat (17/1). Itu adalah kunjungan pertamanya ke negara tersebut sebagai presiden sejak dilantik 15 November 2012. Dalam lawatan selama dua hari itu, dia bertemu dengan Presiden Myanmar Win Myint, Penasihat Negara Aung San Suu Kyi, dan Kepala Komandan Pasukan Militer Min Aung Hlaing.
Xi tidak datang dengan tangan kosong. Xinhua, seperti dikutip Agence France-Presse, melaporkan bahwa Xi berencana menandatangani proyek pelabuhan senilai USD 1,3 miliar atau setara Rp 17,7 triliun di Kyaukphyu, Rakhine. Proyek itu adalah bagian dari China-Myanmar Economic Corridor (CMEC).
Xi juga akan menandatangani beberapa proyek lainnya yang berhubungan dengan Belt and Road Initiative (BRI) alias jalur sutra modern Tiongkok. Nantinya ada kereta cepat yang menghubungkan pelabuhan di Kyaukphyu dengan zona industri dan perbatasan dua negara. Dalam kunjungannya, Xi memaparkan kepada para petinggi Myanmar bahwa hubungan mereka akan naik ke level dan era baru.
”Tiongkok mendukung Myanmar dalam menjaga hak-hak kedaulatan, kepentingan, legitimasi, dan martabat nasionalnya,” ujar Xi di halaman editorial harian milik pemerintah Myanmar.
Photo
Xi Jinping dan Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi dalam upacara penyambutan kenegaraan di Istana Presiden, Naypyidaw, Jumat (17/1) (Thet AUNG / AFP)
Direktur Program Tiongkok di Stimson Center Yun Sun mengungkapkan bahwa sejak menjadi presiden, Xi sudah berkunjung ke hampir semua negara ASEAN. Tapi, baru kali ini dia melawat ke Myanmar. Yun meyakini bahwa krisis di Rohingya dan isolasi yang dilakukan komunitas internasional telah membuka kesempatan bagi Tiongkok. Yaitu, memenangkan hati Myanmar lewat sikap dukungan mereka.
”Lawatan ini tidak akan terjadi jika Tiongkok tidak yakin bahwa hubungan bilateral akan menuju arah yang positif,” ujar Yun Sun. Tiongkok bahkan membela Myanmar di PBB.
Berbeda dengan pemerintah yang menyambut Xi dengan karpet merah, aktivis dari berbagai daerah justru akan memberikan sambutan berbentuk protes. Aksi massa rencananya digelar di Yangon, Sabtu (18/1).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
