Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Desember 2017 | 03.49 WIB

Cerita Film The Terminal Tom Hanks Dialami Keluarga Zimbabwe Ini

BINGUNG: Imigrasi Thailand berbicara dengan salah seorang warga Zimbabwe yang terjebak di bandara Thailand. - Image

BINGUNG: Imigrasi Thailand berbicara dengan salah seorang warga Zimbabwe yang terjebak di bandara Thailand.

JawaPos.com – Pada 2004, Tom Hanks membintangi film berlabel The Terminal. Dalam film itu, Hanks diceritakan terjebak di bandara New York, Amerika Serikat. Alasannya, pemerintahan negaranya ambruk dan semua surat-surat menjadi tidak berguna. Dia tidak bisa pulang kampung, pun tidak bisa masuk Amerika lagi.


Kisah Hanks itu sekarang menjadi kenyataan. Satu keluarga dari Zimbabwe yang terdiri dari empat orang dewasa dan dua anak juga “terjebak” di bandara. Selama lebih dari dua bulan, mereka tinggal di bandara internasional Bangkok Suvarnabhumi.


Mereka masuk Thailand pada Mei lalu. Tujuannya liburan. Membawa dua anak yang berusia dua dan 11 tahun, mereka seharusnya sudah meninggalkan Thailand pada Oktober. Namun, mereka tidak punya visa untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya.


Mereka juga menolak untuk kembali ke Zimbabwe dan ditolak masuk kembali ke Thailand karena batas visa turis mereka sudah habis.


Kondisi mengenai warga Zimbabwe ini mencuat secara viral ketika seorang pemuda yang bekerja di bandara memposting fotonya yang memberikan hadiah Natal kepada dua anak Zimbabwe itu.


Dalam postingannya, dia menulis kalau keenam warga Zimbabwe itu sudah tinggal di bandara selama dua bulan lebih. Dia juga memaparkan mengenai masalah imigrasi keluarga itu.


Polisi imigrasi Thailand mengatakan bahwa keluarga tersebut pada 23 Oktober mencoba terbang ke Spanyol melalui Ukraina. Namun, mereka ditolak oleh maskapai tersebut karena ada anggota keluarga yang tidak punya visa Spanyol.


Mereka tidak bisa masuk Thailand lagi karena batas perpanjangan visa turis mereka sudah habis. Keluarga ini juga menolak pulang ke Zimbabwe dengan alasan takut atas keselamatan mereka. ”Konflik di Zimbabwe membuat mereka tidak berani pulang,” kata seorang pejabat imigrasi.


Pada November, militer Zimbabwe mengkudeta presiden Robert Mugabe. Presiden baru pun terpilih. Namun, para pendukung Mugabe tidak terima. Kerusuhan pun terjadi.


Keluarga tersebut telah mengajukan permohonan suaka untuk tinggal di Thailand. Vivian Tan, juru bicara badan pengungsi PBB di Bangkok mengatakan UNHCR saat ini sedang menjajaki solusi untuk keluarga tersebut.


Dengan perjanjian visa-on-arrival dengan banyak negara, Thailand telah lama menjadi tujuan bagi warga sipil yang hendak kabur dari tanah kelahirannya. Namun, negeri ini tidak mengizinkan para pencari suaka itu untuk tinggal di Thailand. Jadi, mereka harus menemukan negara lain. (*)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore