
BINGUNG: Imigrasi Thailand berbicara dengan salah seorang warga Zimbabwe yang terjebak di bandara Thailand.
JawaPos.com – Pada 2004, Tom Hanks membintangi film berlabel The Terminal. Dalam film itu, Hanks diceritakan terjebak di bandara New York, Amerika Serikat. Alasannya, pemerintahan negaranya ambruk dan semua surat-surat menjadi tidak berguna. Dia tidak bisa pulang kampung, pun tidak bisa masuk Amerika lagi.
Kisah Hanks itu sekarang menjadi kenyataan. Satu keluarga dari Zimbabwe yang terdiri dari empat orang dewasa dan dua anak juga “terjebak” di bandara. Selama lebih dari dua bulan, mereka tinggal di bandara internasional Bangkok Suvarnabhumi.
Mereka masuk Thailand pada Mei lalu. Tujuannya liburan. Membawa dua anak yang berusia dua dan 11 tahun, mereka seharusnya sudah meninggalkan Thailand pada Oktober. Namun, mereka tidak punya visa untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya.
Mereka juga menolak untuk kembali ke Zimbabwe dan ditolak masuk kembali ke Thailand karena batas visa turis mereka sudah habis.
Kondisi mengenai warga Zimbabwe ini mencuat secara viral ketika seorang pemuda yang bekerja di bandara memposting fotonya yang memberikan hadiah Natal kepada dua anak Zimbabwe itu.
Dalam postingannya, dia menulis kalau keenam warga Zimbabwe itu sudah tinggal di bandara selama dua bulan lebih. Dia juga memaparkan mengenai masalah imigrasi keluarga itu.
Polisi imigrasi Thailand mengatakan bahwa keluarga tersebut pada 23 Oktober mencoba terbang ke Spanyol melalui Ukraina. Namun, mereka ditolak oleh maskapai tersebut karena ada anggota keluarga yang tidak punya visa Spanyol.
Mereka tidak bisa masuk Thailand lagi karena batas perpanjangan visa turis mereka sudah habis. Keluarga ini juga menolak pulang ke Zimbabwe dengan alasan takut atas keselamatan mereka. ”Konflik di Zimbabwe membuat mereka tidak berani pulang,” kata seorang pejabat imigrasi.
Pada November, militer Zimbabwe mengkudeta presiden Robert Mugabe. Presiden baru pun terpilih. Namun, para pendukung Mugabe tidak terima. Kerusuhan pun terjadi.
Keluarga tersebut telah mengajukan permohonan suaka untuk tinggal di Thailand. Vivian Tan, juru bicara badan pengungsi PBB di Bangkok mengatakan UNHCR saat ini sedang menjajaki solusi untuk keluarga tersebut.
Dengan perjanjian visa-on-arrival dengan banyak negara, Thailand telah lama menjadi tujuan bagi warga sipil yang hendak kabur dari tanah kelahirannya. Namun, negeri ini tidak mengizinkan para pencari suaka itu untuk tinggal di Thailand. Jadi, mereka harus menemukan negara lain. (*)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
