Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Februari 2017 | 01.23 WIB

Disanksi Amerika Iran Tidak Peduli, Negeri itu Malah Melakukan Ini

TERDAMPAK: Banah Alhanfy memeluk pamannya. Dia akhirnya bisa masuk Bandara Logan, Boston, setelah tertahan beberapa hari karena Muslim Ban. - Image

TERDAMPAK: Banah Alhanfy memeluk pamannya. Dia akhirnya bisa masuk Bandara Logan, Boston, setelah tertahan beberapa hari karena Muslim Ban.


JawaPos.com  – Pemerintah Iran tidak gentar atas sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS). Alih-alih berdiam diri, mereka malah mengadakan latihan militer di Provinsi Semnan. Dalam latihan tersebut, Garda Revolusi Iran akan menguji coba berbagai varian sistem rudal buatan dalam negeri, radar, pusat komando dan kontrol, serta sistem perang cyber. Latihan dimulai kemarin (4/2).



’’Manuver ini bertujuan mendemonstrasikan kesiapan Iran untuk menghadapi ancaman dan sanksi yang menghina dari AS,’’ tulis pihak Garda Revolusi di website-nya Jumat (3/2).



Namun, rudal yang akan mereka gunakan untuk berlatih adalah yang memiliki jarak terpendek. Yaitu, 75 kilometer. Rudal itu berbeda dengan yang mereka uji coba pada Minggu lalu (29/1). Yakni, rudal jarak menengah yang mampu mencapai jarak 2 ribu kilometer. Rudal tersebut mampu menjangkau Israel maupun basis militer AS di negara-negara Teluk.



Gara-gara uji coba rudal menengah itu, AS kembali menjatuhkan sanksi terhadap Iran. Departemen Keuangan AS memasukkan 13 individu dan 12 lembaga dalam daftar hitam. Mereka adalah orang-orang yang dituding terlibat dalam proyek misil balistik Iran. Itu merupakan hukuman pertama yang dijatuhkan pemerintah AS di bawah Donald Trump ke Negeri Para Mullah tersebut.



Sanksi terbaru itu tidak berimbas pada orang-orang maupun perusahaan yang hukumannya telah dicabut sebagai bagian dari kesepakatan nuklir Iran, AS, dan lima negara adidaya lainnya. Kesepakatan terbaru antara perusahaan AS dan Iran juga tidak akan berimbas. Misalnya, kesepakatan pembelian pesawat Boeing.



Hanya selang beberapa jam setelah sanksi tersebut dijatuhkan, Menteri Pertahanan AS James Mattis menyebut Iran sebagai negara tunggal yang memberikan dukungan terbesar di dunia terhadap terorisme. Iran yang berang berjanji melakukan pembalasan.



’’Sebagai respons terhadap kebijakan baru dari AS dan sebagai tindakan perlawanan, Iran akan memberlakukan pembatasan secara hukum untuk beberapa penduduk dan perusahaan AS yang memiliki peranan dalam menciptakan serta mendukung kelompok teroris ekstrem di wilayah ini,’’ ujar pihak Kementerian Luar Negeri Iran. Nama-nama orang yang akan dimasukkan daftar hitam oleh Iran tersebut akan diungkapkan di kemudian hari. (Reuters/AFP/sha/c15/any/tia)


Editor: Dwi Shintia
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore