
TERBUKA: Duterte saat menemai PM Jepang Prime Minister Shinzo Abe.
JawaPos.com – Rodrigo Duterte mengancam akan memberlakukan darurat militer. Hal tersebut dilakukan jika masalah perdagangan narkoba kian memburuk. Padahal, sejak 6 bulan lalu, kampanye antinarkoba Duterte telah menelan hampir 6 ribu nyawa. Presiden Filipina tersebut sudah pernah menyinggung masalah darurat militer tersebut sebelumnya. Namun baru Sabtu (14/1) lalu dia menyatakan secara langsung di depan umum.
''Saya akan mendeklarasikan darurat militer jika saya menginginkannya. Tidak akan ada yang bisa menghentikan saya,'' ujar pria yang akrab disapa dengan sebutan Digong tersebut di pertemuan para pebisnis lokal kota Davao. Jika darurat militer diterapkan, artinya, Duterte bisa menggunakan pasukan militer untuk menegakkan hukum di masyarakat sipil. Dia juga bisa menangkap orang dan memenjarakanya tanpa batas waktu. Tanpa tuduhan. Tanpa peradilan.
Darurat militer pernah diterapkan saat Ferdinand Marcos memimpin. Diktator tersebut mendeklarasikan darurat militer pada 1972. Marcos menyalahgunakannya untuk melakukan berbagai pelanggaran HAM. Status darurat militer tersebut baru dicabut pada 1981. Kekuasaan Marcos berakhir pada 1986 saat ribuan massa turun ke jalan memintanya mundur. Pemberontakan yang tersohor dengan sebutan People Power tersebut memakan banyak korban jiwa.
Untuk menghindari pemimpin diktator, pada konstitusi baru yang ditulis pada 1987 terdapat pembatasan. Presiden boleh memberlakukan darurat militer hanya selama 60 hari. Penerapannya juga hanya untuk menghentikan pemberontakan. Parlemen bisa mencabut status tersebut dalam 48 jam selagi Mahkamah Agung meninjau legalitas darurat militer tersebut. Namun bagi Duterte, aturan konstitusi tersebut tidak penting.
”Batasan 60 hari tersebut akan dihilangkan. Dan saya katakan pada kalian, jika saya mendeklarasikan darurat militer, maka saya akan melakukannya. Bukan karena pemberontakan, invasi maupun karena bahaya. Saya mendeklarasikannya untuk mempertahankan negara saya. Titik,” tegasnya. (AFP/sha/sof/tia)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
