
TERBUKA: Antonio Suleiman, The Arabian King.
JawaPos.com – Namanya Antonio Suleiman. Dia adalah satu dari ribuan imigran Syria yang datang ke Jerman pada 2012. Saat itu usianya 15 tahun. Bersama keluarganya, Suleiman berharap bisa memulai hidup baru seiring konflik berkepanjangan di negeri kelahirannya.
Kini, empat tahun berlalu. Suleiman sepertinya sukses di negeri orang. Memang, dia kerap mendapatkan pesan kasar dan ancaman pembunuhan, tetapi dia tidak peduli. Baginya, hidupnya dan tubuhnya bukan sekadar subjek kematian.
Jadi, apa sebenarnya pekerjaan Suleiman yang bikin deg-degan dan membuatnya mendapatkan ancaman pembunuhan? Bintang film porno. Iya, Suleman memutuskan untuk menjadi bintang film porno saat usianya menginjak dewasa. Dia punya film terlaris yang dibintanginya. Labelnya The Arabian King. Auch...
Pornografi sudah pasti dilarang di Syria tetapi itu tidak menyurutkan langkahnya. Saat diwawancarai oleh harian Bild terbitan Jerman, Suleiman mengatakan, tujuannya sebagai bintang film porno adalah demi mengubah persepsi pada pencari suaka.
Selama lima tahun, katanya, orang Syria sebagian besar digambarkan berada di reruntuhan, kekacauan, dan diambang kematian di lautan Mediterania. ”Atau, kami dipermalukan saat melakukan perjalanan mematikan ke Eropa. Itu semua merendahkan dan melanggar orang Syria,” katanya.
Bintang porno itu mengatakan kalau dia dan keluarganya mendapatkan pesan kasar, termasuk pembunuhan, setelah dia menjadi ternama. ”Jangan melakukan itu semua. Saya loh tidak melakukan hal yang buruk,” katanya.
Ditambahkan Suleiman, para pengirim pesan jahat itu seharusnya fokus kepada orang yang melakukan teror. ”Bukan dengan saya,” katanya. ”Saya menikmati kebebasan di Jerman. Saya bisa melakukan apa pun yang tidak bisa saya lakukan di tanah kelahiran saya,” sambungnya.
Dalam akun Twitternya, Suleiman yang tinggal di Berlin menggambarkan dirinya sebagai bintang film dewasa Syria/Filmmaker XXX. Dikisahkan Suleiman, tidak mudah memasuki industri film dewasa di Jerman. Dia kerap mendapatkan ejekan dan diskriminasi ketika mereka tahu bahwa dia orang Syria.
”Banyak orang Syria di Jerman yang mengklaim kalau tidak ada rasisme dan semua baik di Jerman. Tetapi, mungkin mereka berbohong pada diri sendiri,” katanya. Keluarganya awalnya menentang keputusan Suleiman itu. Tetapi setelah mendengarkan penjelasannya, mereka memahaminya.
”Ya, saya menggunakan tubuh saya. Saya menggunakannya untuk menunjukkan kalau tubuh ini bisa bercinta, melakukan hubungan seksual, dan tidak hanya ada untuk mati,” katanya. Ya ampun mas... (Daily Mail/tia)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
