alexametrics

Peneliti AS: Bicara Pelan di Ruangan, Efektif Tekan Penularan Covid-19

16 September 2020, 17:07:47 WIB

JawaPos.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membenarkan bahwa ada bukti penularan lewat udara di dalam ruangan melalui aerosol. Penelitian menunjukkan bahwa tidak bicara selama di dalam ruangan akan mampu menurunkan risiko penularan Covid-19.

Hanya saja, tentu tetap wajib memakai masker. Lebih banyak zona tenang dalam ruangan yang berisiko tinggi, seperti rumah sakit dan restoran, dinilai dapat membantu mengurangi risiko penularan virus Korona.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menurunkan volume bicara dapat mengurangi penyebaran penyakit. Dalam upaya untuk mengendalikan transmisi, pengurangan 6 desibel dalam tingkat bicara rata-rata dapat memiliki efek yang sama dengan menggandakan ventilasi ruangan.

Para ilmuwan dari Amerika Serikat memberikan salinan makalah yang merinci penelitian mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa otoritas kesehatan masyarakat harus mempertimbangkan penerapan zona tenang di lingkungan dalam ruangan yang berisiko tinggi. “Seperti ruang tunggu rumah sakit atau fasilitas makan,” tulis peneliti dari University of California, Davis, seperti dilansir Straits Times.

Tetesan mikroskopis yang dikeluarkan saat berbicara, menguap meninggalkan partikel aerosol yang cukup besar untuk membawa virus. Peningkatan kenyaringan suara sekitar 35 desibel, atau perbedaan antara berbisik dan berteriak, meningkatkan laju emisi partikel sebanyak 50 kali. Percakapan normal berada di atas kisaran 10 desibel, sedangkan kebisingan di restoran sekitar 70.

“Tidak semua lingkungan dalam ruangan sama dalam hal risiko penularan aerosol,” kata Ketua Peneliti William Ristenpart.

“Ruang kelas yang ramai tapi sepi jauh lebih tidak berbahaya daripada bar, karaoke, yang tidak ramai di mana pengunjung berada jauh secara sosial tetapi berbicara dan bernyanyi dengan musik keras,” pungkasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads