
Photo
JawaPos.com - Brasil menghadapi situasi darurat Covid-19. Hal itu lantaran Presiden Jair Bolsonaro cuek atas sebaran kasus Covid-19 di negaranya. Di Rio de Janeiro, banyak petugas medis terinfeksi Covid-19. Di negara bagian itu pandemi telah merenggut nyawa 30 dokter dan 40 perawat dan staf medis sesuai laporan serikat pekerja medis Brasil.
Salah satu potret miris dialami seorang perawat bernama Daniele Costa. Dia meninggal dunia karena Covid-19 seperti dilansir dari CNN, Sabtu (13/6).
Temannya yang juga perawat, Libia Bellusci, mengingat kegembiraan Daniele semasa hidup karena mendapatkan posisi sebagai garda terdepan melawan pandemi. Tapi kegembiraan itu justru fatal. Costa tertular Coronavirus.
Costa, 41, meninggal di ICU rumah sakit pada 27 April. "Di hari-hari terakhirnya dia tidak mendapatkan apa yang dia berikan seumur hidupnya. Dia orang yang luar biasa, sangat bersemangat," kata Bellusci yang menjabat sebagai Wakil Presiden Serikat Perawat Negara Bagian Rio.
Dia pun ikut tertular, tetapi merahasiakan gejala penyakit paru-paru itu dari keluarganya. Dia hanya diuji berdasarkan program yang didanai swasta, dan beruntung bisa sembuh. Bellusci menggambarkan masalah kesehatan di Rio, sebuah kota ikonik dan populer di kalangan turis, tetapi miskin dengan masalah kompleks.
"Di tempat lain ada tempat tidur kosong, tetapi tidak ada cukup ventilator. Kami juga kekurangan petugas kesehatan, karena banyak yang terinfeksi," paparnya.
"Yang terburuk adalah ketika, dalam keputusasaan untuk membantu semua orang, kita harus meninggalkan mayat untuk mencoba dan menyelamatkan seseorang yang baru tiba di rumah sakit karena Covid-19," katanya.
Petugas medis langsung mempersiapkan kamar mayat setelah pasien yang datang sudah cukup stabil. Ketika dia pulang, dia melepas pakaian dan APD untuk melindungi putranya.
Video viral di Brasil menunjukkan perawat tidur di lantai rumah sakit pada pertengahan Mei, dan harus berbagi kasur karena kelebihan kapasitas. Perawat lain menunjukkan mayat-mayat yang dibungkus di sebelah seorang pasien yang masih hidup.
Pemerintah daerah baru-baru ini mengatakan kapasitas rumah sakit telah meningkat. Di salah satu rumah sakit Rio yang lebih baik, CNN melaporkan di rumah sakit Kota Ronaldo Gazolla memiliki 286 pasien dan 88 pasien memenuhi ICU.
Tingkat kematian di antara pasien dan perawat membuat banyak dokter memutuskan berhenti kerja. Pedro Archer, seorang dokter ICU yang mengatakan menarik diri dari zona merah Covid-19 demi kesehatannya sendiri. Archer adalah Direktur Persatuan Dokter di Rio. Dia mengatakan seorang dokter telah meninggal setiap hari.
"Di sektor publik mereka menggunakan APD yang sama sepanjang hari," katanya. "Menguras tenaga, secara fisik dan emosional," tukasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=McwqmGxNku4
https://www.youtube.com/watch?v=S4miagQy9U8
https://www.youtube.com/watch?v=kzr-GRUgvl8

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
