Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Maret 2021 | 22.07 WIB

Hari Perempuan Internasional, Kaum Hawa Sampaikan Suara Lewat Politik

Ketika membuka Pameran Industri Hannover Messe, Kanselir Angela Merkel menyatakan Uni Eropa perlu pembaruan agar tetap mampu bersaing - Image

Ketika membuka Pameran Industri Hannover Messe, Kanselir Angela Merkel menyatakan Uni Eropa perlu pembaruan agar tetap mampu bersaing

JawaPos.com - Perempuan saat ini sudah setara kedudukannya dengan pria. Dunia memiliki banyak perempuan berpengaruh yang merefleksikan kemenangan dan perjuangan mereka selama ini untuk mengusung kesetaraan gender.

Dalam momen Hari Perempuan Internasional, Senin (8/3), ada banyak kesuksesan yang patut dirayakan tahun ini. Misalnya dalam survei majalah Fortune ada lebih dari 8 persen CEO adalah perempuan. Dan dalam sains, perempuan telah berperan penting dalam mengembangkan vaksin Covid-19 dan membantu NASA mendaratkan penjelajah di Mars. Dan di dunia olahraga, wanita membuat terobosan baru sebagai pelatih dan pemimpin.

Terlepas dari semua keberhasilan, bagaimanapun, mereka semua sudah berjuang sejak lama. Pada Konferensi Perempuan Nasional 1977 di Houston, perempuan menyerukan tanggapan federal terhadap banyak masalah yang dihadapi perempuan, terutama di antaranya pengesahan Amandemen Hak Setara, investasi perawatan anak federal, menangani kekerasan berbasis gender dan pelecehan di tempat kerja, kesetaraan perawatan kesehatan dan sekretaris tingkat kabinet untuk kesetaraan gender.

Selama periode yang sama, sebagian besar Eropa mengeluarkan undang-undang progresif untuk mendukung kesetaraan perempuan dan membangun struktur sosial yang memungkinkan perempuan untuk bekerja dan berkembang.

Jadi bagaimana kita memaksa isu perempuan menjadi lebih sentral pada prioritas nasional kita dan membuat kemajuan menjadi bangsa yang lebih setara gender? Jawabannya adalah melalui kekuatan politik. ’’Perempuan telah menjadi mayoritas pemilih sejak 1980 dan telah mengalahkan suara pria di setiap pemilu sejak kecuali di antara pemilu. Tetapi mereka cenderung tidak fokus di sekitar masalah kritis atau menggunakan tindakan kolektif untuk memaksa pejabat terpilih untuk menanggapi kekhawatiran mereka dengan serius,’’ kata aktivis perempuan, Co-founder and CEO of All In Together Lauren Leader, seperti dilansir dari NBC News, Senin (8/3).

 

Sejarah Awal

Dunia merayakan penghormatan untuk perempuan setiap tahun pada 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional. Hari itu juga menandai seruan untuk bertindak untuk mempercepat kesetaraan gender.

Dalam laman DNA India, sejarah berawal saat tahun 1917 setelah perempuan mendapatkan hak pilih di Uni Soviet. Dan sejak itu 8 Maret menjadi hari libur nasional. Sejak saat itu, hari ini didominasi oleh negara komunis dan gerakan sosialis hingga pada tahun 1967 diadopsi oleh gerakan feminis. Pada tahun 1977, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui hari itu dan mulai merayakannya sebagai Hari Perempuan Internasional.

Dan tahun ini, tema kampanye Hari Perempuan Internasional 2021 adalah 'Choose To Challenge'. Dunia menantang perempuan untuk waspada. Dan dari tantangan muncullah perubahan. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=B6VWd2QRWKI

 

 

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore