
Photo
JawaPos.com - Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong terkait kasus yang dialami seorang wartawati asal Indonesia, Veby Mega Indah. Kondisi mata Veby sudah buta permanen akibat terkena peluru karet saat meliput demonstrasi di Hongkong.
Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, pihaknya akan memberi pendampingan untuk Veby. Namun dia menyebut bahwa tidak mempunyai otoritas untuk menjelaskan kondisi medis Veby. "Kemenlu dan KJRI di Hongkong tidak mempunyai otoritas untuk menjelaskan kondisi medis korban," ujarnya kepada JawaPos.com, Kamis malam (3/10).
Teuku Faizasyah menegaskan bahwa pendampingan kekonsuleran diberikan untuk memastikan hak-hak korban. Begitu juga tim dokter yang menangani. "Tentunya ada (koordinasi dan pendampingan tim medis). Termasuk hak hukumnya diperoleh," katanya.
Kementerian Luar Negeri juga akan berkoordinasi kepada pihak keluarga Veby di Indonesia untuk menjelaskan perkembangan sang wartawati itu. "Saya perlu cek dulu dengan teman-teman di KJRI soal ini (koordinasi dengan keluarga). Asumsinya sudah, karena yang bersangkutan pekerja legal," jelasnya.
Veby Mega Indah diketahui merupakan wartawati yang bekerja pada harian berbahasa Indonesia yang terbit di Hongkong. Dia terkena peluru karet aparat saat meliput demonstrasi beberapa waktu lalu di Hongkong.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
