
Photo
JawaPos.com - Singapura melaporkan kasus penularan Covid-19 yang dialami oleh petugas Immigration and Checkpoints Authority (ICA) Bandara Changi. Sebanyak tujuh anggota keluarga dari petugas Immigration and Checkpoints Authority (ICA) tertular Covid-19.
Dilansir dari Straits Times, Senin (3/5) Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan bahwa ketujuh orang itu telah ditempatkan di bawah karantina ketika diagnosis mereka dikonfirmasi. Penyebabnya diduga mereka telah berkumpul untuk makan ketika virus menular
Petugas ICA, yang bekerja di Terminal 1 Bandara Changi, telah menjadi salah satu kasus tidak terkait yang diumumkan kementerian. Tujuh kasus di klaster keluarga itu semuanya warga Singapura.
Berdasarkan kronologi, petugas ICA menderita batuk pada Jumat (30/4) dan mencari perawatan medis keesokan harinya di klinik dokter umum. Dia diberi cuti medis selama dua hari. Pada Senin (3/5), dia mengalami demam, anosmia (kehilangan bau) dan nyeri tubuh, dan mencari perawatan medis.
Dia diuji untuk Covid-19, dan tesnya kembali positif pada hari yang sama. Tetapi tes sebelumnya dari tes rutin negatif.
Sementara itu, ICA mengatakan bahwa 32 petugasnya di Bandara Changi telah ditempatkan di bawah perintah karantina, sementara sekitar 100 akan diuji Covid-19 sebagai tindakan pencegahan. Kasus-kasus ini terdeteksi melalui pengujian proaktif Depkes terhadap pasien dan staf di bangsal yang terkena dampak.
Satu-satunya kasus yang tidak terkait adalah seorang perempuan Vietnam berusia 39 tahun yang telah divaksinasi penuh, yang bekerja sebagai petugas kebersihan di fasilitas perawatan masyarakat di Tuas South. Perempuan itu juga secara berkala membantu di warung makan di The Summit, kantin di kampus Bukit Timah Universitas Nasional Singapura. Dia tidak menunjukkan gejala, dan terdeteksi ketika dia diuji dalam tes rutin.
Sementara itu, tujuh anggota keluarga tertular. Pertama, perawat 32 tahun yang bekerja di Rumah Sakit Tan Tock Seng (TTSH). Dia adalah istri petugas ICA, tetapi tidak bekerja di lingkungan yang terkena dampak cluster TTSH. Depkes mengatakan penyelidikannya tidak menunjukkan hubungan antara dia dan klaster TTSH, tetapi pengujian yang sedang berlangsung terhadap semua staf di bangsal rumah sakit akan berfungsi sebagai pemeriksaan tambahan.
Kedua, seorang pria berusia 39 tahun yang bekerja sebagai supir pribadi dan petugas keamanan di mal Ion Orchard. Dia mengalami batuk pada 28 April.
Ketiga, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun, yang merupakan keponakan dari petugas ICA. Dia terakhir bersekolah pada 22 April, dan mengalami demam pada 28 April. Keempat, seorang ibu rumah tangga, 33, yang asimtomatik. Kelima, pensiunan, 72 tahun, yang merupakan ayah dari petugas ICA dan tinggal serumah. Dia tidak menunjukkan gejala.
Keenam, seorang pria berusia 65 tahun yang bekerja sebagai operator telepon di Goodwood Park Hotel. Dia tidak menunjukkan gejala. Dan, ketujuh, petugas teknis di SP PowerGrid, 38. Dia menderita batuk dan nyeri badan pada 28 April.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
