
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (FABRICE COFFRINI / AFP)
JawaPos.com – World Health Organization (WHO) makin resah dengan persebaran virus Korona jenis baru atau Covid-19 secara global. Mereka frustrasi atas beberapa laporan kasus tanpa alur persebaran yang jelas. Hal tersebut membuat penanganan lebih sulit.
’’Kita sekarang berada di wilayah antah-berantah. Belum ada yang patogen pernapasan yang bisa melakukan community transmission,’’ ungkap Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sebagaimana dilansir Agence France-Presse.
Yang dimaksud community transmission adalah persebaran wabah tanpa sumber yang jelas. Ghebreyesus mencontohkan influenza sebagai salah satu penyakit dalam kategori tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa persebaran virus korona tak seganas epidemis influenza.
’’Kalau ini influenza, upaya perlambatan dan pembatasan tak mungkin bisa dilakukan. Namun, penahanan Covid-19 masih memungkinkan dan harus dilakukan semua negara,’’ paparnya.
Lembaga kesehatan PBB itu melakukan berbagai upaya pengawasan dan bantuan terkait dengan persebaran wabah asal Wuhan, Tiongkok, tersebut. Salah satunya, tim beserta bantuan medis tiba di Iran, Senin lalu (2/3). Dia juga melaporkan bahwa salah seorang staf WHO di sana ikut terkena Covid-19 meski masih berskala ringan.
Ghebreyesus membenarkan bahwa keresahan publik internasional makin meningkat. Total kasus di luar Tiongkok mencapai lebih dari 10 ribu kasus dengan 192 korban jiwa. Setengah pasien luar negeri berasal dari Korea Selatan (Korsel), yakni 5.328 kasus. ’’Dalam 24 jam, kasus baru di luar Tiongkok mencapai sembilan kali lipat dari kasus domestik,’’ jelasnya.
Saat ini wabah virus korona sudah menjangkiti lebih dari 92.560 jiwa. Menurut South China Morning Post, total korban jiwa mencapai 3.174 orang. Sementara itu, pasien yang sembuh mencapai 50.691 orang
Beberapa negara masih cukup santai menghadapi ancaman tersebut. Salah satunya AS. Wakil Presiden AS Mike Pence me-nyatakan, masyarakat tak perlu khawatir dengan wabah tersebut. Padahal, virus korona telah mengakibatkan enam kematian di Negara Bagian Washington. ’’Obat untuk wabah ini akan tersedia musim panas ini atau awal musim gugur,’’ ujarnya.
Tak seperti AS, Inggris jauh lebih siap. Kemarin (3/3) Perdana Menteri Boris Johnson merilis skenario penanganan Covid-19 kepada publik. Menurut prediksi pemerintah, persebaran virus tersebut bakal memuncak tiga bulan sejak kasus pertama. Inggris pun memprediksi beberapa dampak. Salah satunya, seperlima dari total angkatan pekerja tak bisa masuk.
’’Rencana ini bukan berarti hal yang pasti kami lakukan. Namun, rencana yang bisa kami terapkan jika situasinya tepat,’’ ungkapnya kepada The Guardian.
Saksikan video terkait virus Korona berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=S6jbGrSpjbs
Video lainnya terkait virus Korona:
https://www.youtube.com/watch?v=t5jGYy44NHU
https://www.youtube.com/watch?v=7yOz6ST6Xho

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
