Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Maret 2020 | 17.27 WIB

Respons WHO di Tengah Kekhawatiran Penyebaran Global Virus Korona

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (FABRICE COFFRINI / AFP) - Image

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (FABRICE COFFRINI / AFP)

JawaPos.com – World Health Organization (WHO) makin resah dengan persebaran virus Korona jenis baru atau Covid-19 secara global. Mereka frustrasi atas beberapa laporan kasus tanpa alur persebaran yang jelas. Hal tersebut membuat penanganan lebih sulit.

’’Kita sekarang berada di wilayah antah-berantah. Belum ada yang patogen pernapasan yang bisa melakukan community transmission,’’ ungkap Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sebagaimana dilansir Agence France-Presse.

Yang dimaksud community transmission adalah persebaran wabah tanpa sumber yang jelas. Ghebreyesus mencontohkan influenza sebagai salah satu penyakit dalam kategori tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa persebaran virus korona tak seganas epidemis influenza.

’’Kalau ini influenza, upaya perlambatan dan pembatasan tak mungkin bisa dilakukan. Namun, penahanan Covid-19 masih memungkinkan dan harus dilakukan semua negara,’’ paparnya.

Lembaga kesehatan PBB itu melakukan berbagai upaya pengawasan dan bantuan terkait dengan persebaran wabah asal Wuhan, Tiongkok, tersebut. Salah satunya, tim beserta bantuan medis tiba di Iran, Senin lalu (2/3). Dia juga melaporkan bahwa salah seorang staf WHO di sana ikut terkena Covid-19 meski masih berskala ringan.

Ghebreyesus membenarkan bahwa keresahan publik internasional makin meningkat. Total kasus di luar Tiongkok mencapai lebih dari 10 ribu kasus dengan 192 korban jiwa. Setengah pasien luar negeri berasal dari Korea Selatan (Korsel), yakni 5.328 kasus. ’’Dalam 24 jam, kasus baru di luar Tiongkok mencapai sembilan kali lipat dari kasus domestik,’’ jelasnya.

Saat ini wabah virus korona sudah menjangkiti lebih dari 92.560 jiwa. Menurut South China Morning Post, total korban jiwa mencapai 3.174 orang. Sementara itu, pasien yang sembuh mencapai 50.691 orang

Beberapa negara masih cukup santai menghadapi ancaman tersebut. Salah satunya AS. Wakil Presiden AS Mike Pence me-nyatakan, masyarakat tak perlu khawatir dengan wabah tersebut. Padahal, virus korona telah mengakibatkan enam kematian di Negara Bagian Washington. ’’Obat untuk wabah ini akan tersedia musim panas ini atau awal musim gugur,’’ ujarnya.

Tak seperti AS, Inggris jauh lebih siap. Kemarin (3/3) Perdana Menteri Boris Johnson merilis skenario penanganan Covid-19 kepada publik. Menurut prediksi pemerintah, persebaran virus tersebut bakal memuncak tiga bulan sejak kasus pertama. Inggris pun memprediksi beberapa dampak. Salah satunya, seperlima dari total angkatan pekerja tak bisa masuk.

’’Rencana ini bukan berarti hal yang pasti kami lakukan. Namun, rencana yang bisa kami terapkan jika situasinya tepat,’’ ungkapnya kepada The Guardian.

Saksikan video terkait virus Korona berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=S6jbGrSpjbs

Video lainnya terkait virus Korona:

https://www.youtube.com/watch?v=t5jGYy44NHU

https://www.youtube.com/watch?v=7yOz6ST6Xho

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore