Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Juli 2018 | 11.05 WIB

Krisis Air Tunisia Rugikan Para Petani Henna

Seorang petani henna Houcine Akrout mengatakan, kini wilayah Gabes sedang mengalami kekeringan - Image

Seorang petani henna Houcine Akrout mengatakan, kini wilayah Gabes sedang mengalami kekeringan

JawaPos.com - Siapa tak kenal henna atau pacar merah asal Tunisia. Di sekitar kota pantai Tunisia Gabes, banyak sekali ditemukan tanaman pacar yang juga disebut emas merah.


Mayoritas warga mendapat penghasilan melalui produksi pacar yang biasa dipakai sebagai bagi kaum perempuan tersebut. Mereka menjadi petani pacar.


Namun, krisis air menjadi penghambat pekerjaan mereka. Seorang petani henna Houcine Akrout mengatakan, kini wilayah Gabes sedang mengalami kekeringan. Dia bahkan kesulitan untuk mendapat pasokan air di pagi hari.


Pemerintah mulai membatasi jumlah penggunaan air. Menurut Bank Dunia, urbanisasi dan meningkatnya industri dengan pesat memberi pengaruh besar terhadap cadangan air di Tunisia.


Krisis air di Tunisia lantas membuat penggunaan air menjadi terbatas. Bagi petani seperti Akrout, hal itu berarti bahwa dirinya harus menunggu 15 sampai 20 hari untuk dapat mendapat akses air.


"Waktu tersebut sangatama bagi pabrik henna yang membutuhkan banyak air," ungkapnya kepada AFP seperti dilansir Gulf News.


Situasi yang buruk tersebut, membuatnya mencabut sebagian besar semak henna miliknya lalu menggantinya dengan pohon delima yang tidak membutuhkan terlalu banyak air. Bagi Akrout henna tidak dapat lagi menghasilkan uang sementara ia tetap harus menghidupi keluarganya.




Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore