Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Januari 2026 | 02.50 WIB

'Ada Udang di Balik Batu': Ini Alasan Kenapa Amerika Serikat Sangat Menginginkan Greenland

Ilustrasi peta Greenland. (BBC) - Image

Ilustrasi peta Greenland. (BBC)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus menebar ancamannya ke negara-negara kawasan. Usai tanpa malu bikin onar di Venezuela dan terang-terangan menginginkan sumber daya alam berupa minyaknya, ambisi Trump kini geser ke Greenland.

Sama seperti di Venezuela, ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menguasai Greenland bukan sekadar manuver politik sesaat. Tentu ada maksud di balik ambisinya yang menggebu-gebu.

Di balik pernyataan keras dan ketegangan dengan Denmark, tersimpan kepentingan strategis jangka panjang yang membuat pulau es di kawasan Arktik itu menjadi rebutan kekuatan besar dunia.

Kenapa Greenland Begitu Diinginkan AS?

Mengutip berbagai sumber, Greenland merupakan wilayah otonom Denmark yang terletak di Arktik, dengan luas sekitar 2,16 juta kilometer persegi. Meski kaya sumber daya alam, pulau ini dikenal sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk terendah di dunia.

Dari sekitar 56 ribu penduduknya, sebagian besar merupakan masyarakat Inuit yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup pada sektor perikanan.

Sebagian besar wilayah Greenland masih tertutup es, sekitar 81 persen daratannya berupa lapisan es tebal. Kota-kota kecilnya tersebar di sepanjang pesisir barat, dengan ibu kota Nuuk menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi.

Di luar kawasan permukiman, Greenland didominasi alam liar, pegunungan, dan tundra beku. Namun justru kondisi geografis inilah yang membuat Greenland bernilai strategis bagi Amerika Serikat.

Secara geografis, Greenland berada di antara Amerika Utara dan Eropa, serta terletak di jalur strategis yang dikenal sebagai GIUK Gap, koridor laut antara Greenland, Islandia, dan Inggris. Jalur ini menghubungkan Samudra Arktik dengan Atlantik Utara, menjadikannya titik vital bagi kontrol perdagangan dan pertahanan militer.

Bagi Amerika Serikat, penguasaan atau pengaruh kuat di Greenland berarti kemampuan memantau pergerakan kapal selam, jalur pelayaran, hingga aktivitas militer di kawasan Atlantik Utara dan Arktik. Inilah salah satu alasan Trump berulang kali menegaskan bahwa Greenland dibutuhkan demi keamanan nasional.

“Kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional, bukan untuk mineral,” kata Trump kepada wartawan, meremehkan isu sumber daya alam.

Harta Karun Sumber Daya Alam

Meski Trump mengecilkan faktor ekonomi, Greenland diketahui menyimpan cadangan besar minyak, gas, serta mineral tanah jarang (rare earth minerals). Mineral ini sangat penting bagi industri global, mulai dari kendaraan listrik, turbin angin, hingga sistem persenjataan modern.

Ketergantungan Amerika Serikat terhadap rantai pasok mineral tanah jarang, yang saat ini didominasi Tiongkok juga menjadi kekhawatiran strategis tersendiri. Mantan penasihat keamanan nasional Trump, Mike Waltz, bahkan menyebut fokus pemerintahan AS terhadap Greenland berkaitan langsung dengan 'mineral penting' dan 'sumber daya alam'.

Namun, eksploitasi sumber daya Greenland bukan perkara mudah. Medan yang ekstrem, minimnya infrastruktur, serta regulasi lingkungan yang ketat membuat aktivitas pertambangan membutuhkan investasi besar dan waktu panjang.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore