
Cuplikan video yang dirilis 9 Januari 2026 memperlihatkan mobil-mobil terbakar di tengah protes malam hari di Teheran, Iran (Politico)
JawaPos.com - Gelombang protes nasional di Iran memasuki fase paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir, menempatkan Republik Islam itu di bawah sorotan tajam komunitas internasional.
Kelompok aktivis hak asasi manusia menyatakan sedikitnya 544 orang tewas dalam dua pekan demonstrasi yang berujung bentrokan dengan aparat keamanan.
Eskalasi ini berlangsung bersamaan dengan meningkatnya tekanan geopolitik, ketika Amerika Serikat (AS) membuka kemungkinan dialog di tengah ancaman respons militer terhadap Tehran.
Korban Jiwa dan Skala Represi Negara
Lonjakan korban jiwa tersebut disampaikan oleh Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat. Lembaga ini mencatat 496 korban tewas merupakan demonstran, sementara 48 lainnya berasal dari unsur pasukan keamanan.
HRANA juga melaporkan lebih dari 10.600 orang ditahan sejak protes pecah, mencerminkan skala penindakan aparat negara terhadap gerakan yang terus meluas di berbagai kota.
Washington Timbang Tekanan dan Diplomasi
Dilansir dari Politico, Senin (12/1/2026), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah menghubungi Washington untuk membuka jalur perundingan.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, di saat Gedung Putih dan tim keamanan nasionalnya mempertimbangkan berbagai opsi respons, mulai dari serangan siber hingga kemungkinan serangan langsung oleh Amerika Serikat atau Israel.
"Militer sedang mengkaji situasi ini, dan kami mempertimbangkan sejumlah opsi yang sangat kuat," ujar Trump.
Menanggapi ancaman balasan dari Iran, ia menambahkan, "Jika mereka melakukan itu, kami akan menghantam mereka pada tingkat yang belum pernah mereka alami sebelumnya." Pernyataan ini menandai eskalasi retorika Washington seiring memburuknya situasi di dalam negeri Iran.
Meski demikian, Trump juga menegaskan adanya upaya diplomatik yang sedang disiapkan.
"Saya pikir mereka sudah lelah terus ditekan oleh Amerika Serikat. Iran ingin bernegosiasi," kata Trump. Ia menambahkan, "Pertemuan sedang disiapkan, tetapi kami mungkin harus bertindak lebih dulu karena apa yang sedang terjadi sebelum pertemuan itu."
Respons Resmi Tehran dan Doktrin Perlawanan Negara
Hingga berita ini disusun, pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi resmi atas klaim pembukaan jalur dialog tersebut. Namun, sikap keras disampaikan secara terbuka melalui parlemen.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
