
Kecelakaan bus masuk jurang di Kamboja. (Facebook/Sar Sokha)
JawaPos.com - Sebuah perjalanan antarkota di Kamboja berubah menjadi tragedi besar ketika sebuah bus penumpang yang melaju dari Siem Reap menuju Phnom Penh terjun dari jembatan dan jatuh ke sungai pada Kamis (20/11) dini hari.
Insiden maut tersebut terjadi di Provinsi Kampong Thom. Kejadian tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai lebih dari dua lusin penumpang lainnya.
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Wakil Kepala Polisi Kampong Thom, Siv Sovanna, yang dihubungi Associated Press pada Jumat (21/11). Ia menjelaskan bahwa jumlah korban tewas bertambah setelah tim penyelamat menyelesaikan proses pencarian hingga Kamis malam.
Berdasarkan penyelidikan awal, polisi menduga sopir bus berada dalam kondisi mengantuk saat mengemudi. Bus diketahui berangkat dari Siem Reap, kota wisata yang menjadi rumah kompleks candi Angkor Wat pada malam hari untuk menempuh perjalanan sekitar 5,5 jam menuju Ibu Kota Kamboja.
Namun perjalanan yang seharusnya berjalan lancar itu berubah dramatis ketika kendaraan besar tersebut kehilangan kendali saat melintasi sebuah jembatan dan terjun ke jurang perairan di bawahnya. Polisi belum memastikan apakah sopir termasuk dalam korban jiwa.
Sekitar 40 penumpang dilaporkan naik ke bus tersebut. Seluruhnya merupakan warga Kamboja. Proses evakuasi berlangsung intens di tengah kondisi jembatan dan arus sungai yang menyulitkan tim penyelamat.
Otoritas setempat menyebut cedera yang dialami korban cukup beragam. Beberapa penumpang berhasil diselamatkan dengan luka ringan, sementara lainnya mengalami trauma serius akibat benturan dan hantaman air.
Kecelakaan ini kembali menyoroti tingginya angka fatalitas transportasi darat di Kamboja. Data resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi mencatat bahwa 1.509 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang 2024. Sementara dalam sembilan bulan pertama tahun 2025 saja, 1.062 jiwa kembali melayang.
Faktor penyebabnya beragam, mulai dari kelalaian pengemudi, kelelahan, hingga kondisi infrastruktur yang belum merata. Tragedi di Kampong Thom menjadi pengingat bahwa perjalanan malam hari, yang populer karena efisiensi waktu menyimpan risiko besar jika tidak diimbangi kewaspadaan dan pengawasan ketat.
Pihak berwenang kini melanjutkan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta menilai apakah terdapat kelalaian operator bus maupun kelemahan pada kondisi jembatan dan ruas jalan.
Sementara itu, keluarga korban terus berdatangan ke rumah sakit dan posko identifikasi untuk mencari informasi terbaru mengenai kerabat mereka.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
