Paris menjadi kota terdepan di Eropa dalam menciptakan mobilitas perkotaan yang ramah anak
JawaPos.com - Paris kembali mencatat prestasi gemilang di kancah internasional. Ibu kota Prancis ini dinobatkan sebagai kota paling ramah anak di Eropa berdasarkan laporan terbaru dari Clean Cities Campaign (CCC). Hasil studi tersebut menempatkan Paris di urutan pertama dari 36 kota besar di Eropa yang dinilai dari aspek mobilitas ramah anak, keselamatan, dan kualitas ruang publik.
Dilansir dari Travel and Tour World, penilaian mencakup berbagai indikator seperti keamanan di jalan, aksesibilitas sekolah, jalur sepeda terlindungi, dan kebijakan pembatasan kendaraan bermotor di sekitar area pendidikan. Paris menempati posisi teratas berkat keberhasilan program "school streets" yang menutup akses kendaraan di depan sekolah-sekolah selama jam masuk dan pulang, sehingga anak-anak dapat beraktivitas dengan aman tanpa polusi atau risiko lalu lintas.
Menurut laporan Time Out, Paris telah menerapkan zona kecepatan maksimum 30 km/jam di hampir 90 persen wilayah perkotaan. Kebijakan ini menjadikan Paris sebagai salah satu kota dengan tingkat keselamatan jalan tertinggi bagi pejalan kaki, khususnya anak-anak. Pemerintah kota juga memperluas jalur sepeda terlindungi, yang kini membentang lebih dari 1.000 kilometer di seluruh wilayah Paris.
Selain aspek keselamatan, Paris juga unggul dalam penyediaan ruang hijau dan fasilitas publik ramah anak. Taman kota dan ruang bermain di sekitar sekolah telah direnovasi menjadi "oasis" yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berfungsi sebagai tempat belajar dan bermain yang inklusif bagi anak-anak.
Tidak hanya itu, kebijakan transportasi publik gratis bagi anak-anak di bawah usia tertentu turut memperkuat posisi Paris sebagai kota yang memperhatikan kesejahteraan keluarga. Dilansir dari Child in the City, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah kota untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dan memperluas ruang publik yang aman untuk anak-anak.
Dalam laporan yang sama, Child in the City juga menyoroti upaya Paris dalam membangun jalur sepeda khusus anak-anak yang benar-benar terpisah dari arus kendaraan bermotor. Kebijakan tersebut dinilai berhasil meningkatkan kepercayaan orang tua untuk mengizinkan anak mereka berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki atau bersepeda sendiri, sesuatu yang menjadi tolak ukur penting dalam indeks kota ramah anak.
Sementara itu, Clean Cities Campaign menyebut bahwa Paris berhasil meraih skor keseluruhan 75 persen dalam pemeringkatan tersebut, mengungguli kota-kota besar lain seperti Amsterdam dan Antwerp. Laporan itu juga menekankan bahwa meski belum ada kota yang mencapai nilai sempurna, Paris menjadi contoh nyata bahwa perubahan besar dapat dilakukan bahkan di kota metropolitan padat penduduk.
Keberhasilan ini tidak terjadi dalam semalam. Pemerintah kota Paris secara konsisten meluncurkan kebijakan ramah lingkungan dan sosial sejak beberapa tahun terakhir, terutama di bawah kepemimpinan Walikota Anne Hidalgo yang dikenal sebagai pelopor urbanisasi hijau di Eropa. Strategi yang terintegrasi antara mobilitas berkelanjutan, keselamatan anak, dan pembangunan ruang publik menjadi kunci kesuksesan Paris.
Kendati demikian, masih ada ruang untuk perbaikan, seperti memperluas program "school streets" di seluruh wilayah dan memastikan kebijakan ramah anak menjangkau pinggiran kota. Tantangan lainnya adalah menjaga keberlanjutan proyek di tengah tekanan ekonomi dan kepadatan penduduk.
Dengan berbagai langkah progresif tersebut, Paris kini tidak hanya dikenal sebagai kota mode dan cinta, tetapi juga sebagai kota masa depan yang menempatkan keselamatan serta kebahagiaan anak-anak di jantung kebijakan publiknya. Gelar "kota paling ramah anak di Eropa" menjadi bukti bahwa modernitas dan kemanusiaan dapat berjalan beriringan di tengah dinamika perkotaan global.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
