
Brazen Bull, banteng perunggu yang menjadi simbol kekuasaan tirani Phalaris, tempat jeritan manusia diubah jadi raungan kematian. (Tripadvisor)
JawaPos.com - Brazen Bull, atau yang dikenal sebagai Banteng Perunggu, merupakan alat eksekusi yang mencerminkan kekejaman dan dominasi kekuasaan di era Yunani Kuno. Alat ini dirancang oleh seorang pengrajin bernama Perillos dari Athena atas permintaan Phalaris, tiran dari kota Akragas (kini Agrigento, Sisilia). Bentuknya menyerupai banteng berukuran besar yang terbuat dari logam, berongga di dalamnya, dan digunakan untuk memanggang manusia hidup-hidup.
Menurut catatan dari Medieval Torture Museum, Brazen Bull dibuat dengan sistem akustik yang unik. Ketika korban dimasukkan ke dalam dan api dinyalakan di bawahnya, jeritan mereka akan dialirkan melalui pipa di kepala banteng sehingga terdengar seperti suara banteng mengaum.
“Suara jeritan korban diubah menjadi raungan banteng yang mengerikan,” tulis situs tersebut, menggambarkan betapa sadisnya alat ini.
Ironisnya, Perillos sendiri menjadi korban pertama dari ciptaannya. Phalaris, yang dikenal kejam, memerintahkan agar sang pengrajin dimasukkan ke dalam Brazen Bull untuk menguji efektivitas suara yang dihasilkan. Setelah mendengar jeritan yang menyerupai suara banteng, ia memerintahkan agar Perillos dikeluarkan hanya untuk dibunuh secara langsung setelahnya.
Sejarawan Diodorus Siculus dalam Bibliotheca Historica mencatat bahwa Brazen Bull digunakan secara rutin oleh Phalaris untuk menghukum musuh politik dan siapa pun yang dianggap mengancam kekuasaannya.
“Phalaris dikenal karena kekejamannya, dan Brazen Bull menjadi lambang dari tirani yang tak berperikemanusiaan,” tulis Diodorus dalam catatannya.
Alat ini bukan hanya digunakan untuk membunuh, tetapi juga sebagai pertunjukan kekuasaan. Brazen Bull ditempatkan di ruang publik, dan eksekusi dilakukan di hadapan rakyat. Tujuannya jelas, untuk menanamkan rasa takut dan menunjukkan bahwa penguasa memiliki kendali penuh atas hidup dan mati.
Menurut All That’s Interesting, Brazen Bull dibuat dari logam seperti perunggu atau kuningan, dan dirancang agar panas menyebar merata ke seluruh tubuh korban.
“Korban akan dipanggang perlahan, dan suara mereka menjadi bagian dari pertunjukan sadis,” tulis Andrew Milne dalam artikelnya.
Meski terdengar seperti legenda, konsistensi dalam berbagai sumber sejarah menunjukkan bahwa Brazen Bull memang pernah digunakan. Beberapa sejarawan menyebutnya sebagai alat propaganda kekuasaan, sementara yang lain melihatnya sebagai bukti nyata dari kebrutalan masa lalu.
Brazen Bull menjadi simbol dari bagaimana teknologi dan kreativitas bisa digunakan untuk tujuan yang sangat kelam. Inovasi yang seharusnya membawa manfaat justru berubah menjadi alat penyiksaan ketika jatuh ke tangan penguasa yang tak berbelas kasih.
Dalam konteks modern, kisah Brazen Bull menjadi pengingat penting bahwa kekuasaan tanpa kontrol bisa melahirkan kebrutalan. Sejarah ini mengajarkan bahwa keadilan dan belas kasih harus berjalan beriringan agar kemajuan tidak berubah menjadi penderitaan. (*)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
