Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Oktober 2025 | 18.24 WIB

Kasus Penipuan Kerja di Kamboja Renggut Nyawa Mahasiswa Korea Selatan, Pelaku Utama Ditangkap

Warga Korea Selatan yang ditangkap di Kamboja tiba di Bandara Internasional Incheon dengan pengawalan polisi (18/10). (Joint Press Corps) - Image

Warga Korea Selatan yang ditangkap di Kamboja tiba di Bandara Internasional Incheon dengan pengawalan polisi (18/10). (Joint Press Corps)

JawaPos.com - Kasus penipuan berkedok tawaran pekerjaan bergaji tinggi yang berujung pada eksploitasi tenaga kerja secara ilegal dan tidak manusiawi di Kamboja kini tidak hanya menimpa warga Indonesia, tetapi juga telah merambah hingga Korea Selatan.

Dilansir dari The Korea Times, tersangka utama dalam kasus penipuan kerja yang berujung pada kematian seorang mahasiswa asal Korea Selatan di Kamboja telah ditangkap pada Minggu (19/10).

Pria berusia 20-an tahun itu yang juga warga Korea Selatan diduga menjadi dalang yang membujuk korban bermarga Park untuk membuka rekening bank, sebelum akhirnya mengatur keberangkatannya ke Kamboja.

Setibanya di sana, korban disebut langsung dipaksa bekerja, dikurung, dan kemudian dibunuh oleh sindikat kejahatan voice phishing.

Jenazah korban ditemukan pada Agustus 2025 lalu di dalam sebuah mobil di dekat Gunung Bokor, Provinsi Kampot Selatan. Autopsi terhadap jasad korban dijadwalkan dilakukan bersama oleh pihak berwenang Korea Selatan dan Kamboja pada Senin (20/10).

Sementara itu, polisi terus menyelidiki pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan distribusi rekening ilegal sejak penangkapan seorang broker pada awal September lalu.

Penyidik juga telah menelusuri aliran dana di rekening korban serta menganalisis riwayat komunikasi yang terkait dengan kasus tersebut.

Pada hari yang sama, sidang penahanan praperadilan digelar di cabang Andong, Pengadilan Distrik Daegu. Hasilnya, pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap tersangka dengan alasan adanya risiko melarikan diri.

Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan menyampaikan bahwa tujuh orang, termasuk dokter forensik dari Layanan Forensik Nasional, dijadwalkan berangkat ke Kamboja sekitar pukul 18.50 waktu setempat untuk melakukan autopsi bersama.

Di sisi lain, sebanyak 64 warga negara Korea Selatan yang sebelumnya ditahan di Kamboja atas dugaan penipuan daring telah tiba di negaranya pada Sabtu dini hari menggunakan pesawat carteran.

Mengutip The Korea Times, sebagian besar dari mereka kini berstatus tersangka dan akan menjalani penyelidikan lebih lanjut. Pemulangan massal ini dilakukan setelah kematian Park memicu kemarahan publik di Korea Selatan. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore