
Warumon (kiri) bantu polisi cegah penipuan di jepang. (@kumapp_hanyoku/X).
JawaPos.com - Baru-baru ini, langkah unik dilakukan Kepolisian Prefektur Kumamoto untuk menekan angka kejahatan penipuan yang terus meningkat di Jepang.
Pihak kepolisian memperkenalkan maskot baru bernama Warumon, karakter berwajah licik yang diciptakan untuk membantu masyarakat memahami dan mencegah modus kejahatan.
Dilansir dari Asahi Shimbun (9/10), Kepolisian Prefektur Kumamoto resmi memperkenalkan Warumon sebagai maskot baru dalam kampanye pencegahan penipuan di wilayah itu.
Berbeda dari maskot pada umumnya, Warumon justru berperan sebagai penipu palsu yang digunakan untuk mengedukasi warga agar lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan finansial.
Maskot ini memiliki bentuk menyerupai Kumamon, karakter resmi kebanggaan Prefektur Kumamoto. Namun, jika Kumamon dikenal dengan ekspresi lucu dan polos, Warumon justru tampil dengan tatapan tajam, senyum licik, dan tanda X di pipi, menandakan sifatnya yang jahil tapi mendidik.
Menurut laporan Asahi Shimbun, ide pembuatan Warumon muncul setelah kepolisian membuka kompetisi ide dari sektor swasta pada April 2025. Dari sejumlah proposal, karakter yang menampilkan sosok penipu dianggap paling efektif dalam menyampaikan pesan edukatif tanpa menakuti masyarakat.
Warumon mulai melakukan debut publik pada 15 September dan tampil resmi bersama Kumamon dalam acara pembukaan kampanye keselamatan nasional di Aso pada 1 Oktober.
Selain tampil dalam acara publik, Warumon juga muncul dalam video, brosur, dan spanduk yang menggambarkan teknik-teknik penipuan yang umum terjadi di Jepang, termasuk modus penyamaran sebagai polisi.
Rumi Kamaga, wakil direktur divisi perencanaan keselamatan kehidupan kepolisian, mengatakan bahwa kehadiran Warumon diharapkan dapat membantu masyarakat dari berbagai usia, terutama generasi muda, agar memahami cara kerja penipuan modern.
Menurut data, terdapat 17.662 kasus penipuan di Jepang sepanjang Januari hingga Agustus 2025 dengan total kerugian mencapai 83,1 miliar yen (sekitar Rp9,1 triliun), meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Kehadiran Warumon menjadi strategi baru untuk menghadapi peningkatan kejahatan siber dan penipuan di Jepang.
Dengan pendekatan ramah dan interaktif, Kepolisian Kumamoto berharap karakter penipu baik hati ini dapat menjadi senjata ampuh dalam menyadarkan masyarakat Jepang tentang pentingnya waspada terhadap segala bentuk penipuan.
“Survei kami menunjukkan bahwa banyak korban tidak menyadari teknik penipuan yang sebenarnya, seperti penyamaran sebagai petugas polisi. Kami berharap Warumon dapat membantu mengedukasi masyarakat tentang metode-metode itu,” ujar Wakil Direktur Divisi Perencanaan Keselamatan Kehidupan Kepolisian Prefektur Kumamoto Rumi Kamaga. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
