Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Oktober 2025 | 15.27 WIB

Israel dan Hamas Sepakati Gencatan Senjata dan Pertukaran Tahanan

Seorang gadis memegang bendera Palestina, setelah Israel dan Hamas menyepakati fase pertama gencatan senjata Gaza, di Jalur Gaza tengah, 9 Oktober. (REUTERS/Mahmoud Issa). - Image

Seorang gadis memegang bendera Palestina, setelah Israel dan Hamas menyepakati fase pertama gencatan senjata Gaza, di Jalur Gaza tengah, 9 Oktober. (REUTERS/Mahmoud Issa).

JawaPos.com - Setelah dua tahun perang berdarah yang menewaskan lebih dari 67 ribu warga Palestina, secercah harapan akhirnya muncul di Gaza. Israel dan kelompok Hamas resmi menandatangani kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan pada Kamis (9/10).

Ini menjadi langkah bersejarah yang menjadi fase pertama dari inisiatif perdamaian Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut.

Kesepakatan ini disahkan setelah serangkaian perundingan tidak langsung di Sharm el-Sheikh, Mesir. Berdasarkan isi perjanjian, kedua pihak sepakat untuk menghentikan pertempuran, sementara Israel akan menarik sebagian pasukannya dari Gaza. 

Sebagai imbalannya, Hamas akan membebaskan seluruh sandera Israel yang masih ditahan sejak serangan awal pada Oktober 2023, dengan imbalan ratusan tahanan Palestina yang selama ini mendekam di penjara Israel.

Melansir Reuters, selain itu, bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar akan segera dikirim ke Gaza. Truk-truk berisi makanan dan obat-obatan akan melintasi perbatasan untuk membantu ratusan ribu warga yang kini kehilangan tempat tinggal setelah kota-kota mereka rata oleh serangan udara.

Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa gencatan senjata akan mulai berlaku setelah kesepakatan ini diratifikasi oleh kabinet keamanan Israel. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung Kamis malam waktu setempat.

Meski kesepakatan sudah ditandatangani, sejumlah hal krusial masih dibahas, termasuk daftar akhir tahanan Palestina yang akan dibebaskan. Hamas dilaporkan meminta agar beberapa tokoh penting yang ditahan Israel juga dimasukkan dalam daftar pertukaran.

Euforia dan Harapan di Tengah Puing-Puing

Di Gaza, suasana berubah menjadi haru dan penuh sukacita. “Alhamdulillah atas gencatan senjata ini, semoga ini benar-benar akhir dari pertumpahan darah,” ujar Abdul Majeed Abd Rabbo, warga Khan Younis, kepada media setempat. “Bukan hanya Gaza yang bahagia, tapi seluruh dunia juga ikut lega.”

Sementara itu di Tel Aviv, suasana tak kalah emosional. Einav Zaugauker, ibu dari Matan, salah satu sandera yang masih hidup di Gaza, menangis haru saat mendengar kabar pembebasan. 

“Saya tidak bisa berhenti menangis. Ini seperti mimpi yang akhirnya jadi nyata,” ujarnya di tengah kerumunan warga di Hostages Square.

Menurut pejabat pemerintah Israel, gencatan senjata akan mulai berlaku dalam waktu 24 jam setelah rapat kabinet. Setelah itu, Hamas akan membebaskan seluruh sandera yang masih hidup dalam kurun 72 jam. Israel juga berjanji memulai penarikan sebagian pasukannya dalam waktu satu hari setelah kesepakatan berlaku.

Dari 48 sandera yang ditangkap Hamas sejak 2023, 20 di antaranya diyakini masih hidup. Sisanya telah dinyatakan tewas atau belum diketahui nasibnya. Hamas mengatakan proses pemulangan jenazah para korban mungkin memerlukan waktu lebih lama.

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengunjungi Israel akhir pekan ini untuk menegaskan dukungan atas perjanjian tersebut. Kunjungan ini diperkirakan akan menjadi simbol kuat dari upaya Washington dalam menengahi perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore