
Sora AI yang dikembangkan OpenAI, simbol dari dorongan inovasi tanpa batas di era kecerdasan buatan global. (The Guardian)
JawaPos.com — OpenAI tampaknya memilih jalur berbeda dari para pesaingnya dalam merilis teknologi baru. Pendekatannya terlihat lebih berani dan bahkan cenderung tanpa banyak batasan.
Dalam dua pekan terakhir, peluncuran aplikasi video AI-nya, Sora, mencuri perhatian publik secara global. Antusiasme itu jauh melampaui sambutan terhadap Vibes, produk video serupa dari Meta.
Sora memungkinkan pengguna menciptakan video realistis dari diri sendiri atau orang lain dalam berbagai skenario, sesuatu yang justru sangat dibatasi oleh Meta dalam Vibes. Meta mengambil langkah hati-hati dengan menyematkan Vibes ke dalam aplikasi Meta AI tanpa membuka feed sosial secara publik.
Dalam analisisnya di TechScape, jurnalis teknologi The Guardian, Blake Montgomery menulis bahwa “Sora tidak memiliki pagar pembatas seperti yang diterapkan Meta pada AI-nya, dan kebebasan yang ditawarkan Sora tampaknya menjadi alasan utama mengapa platform itu lebih populer.”
Pendekatan ini menunjukkan filosofi khas OpenAI, yakni meluncurkan produk terlebih dahulu, baru kemudian menangani dampaknya.
Menurut Montgomery, OpenAI membawa semangat “berani mengambil risiko” dalam DNA korporatnya. Jika Google atau Meta menahan produk untuk menjaga reputasi, OpenAI memilih merilis lebih dahulu dan memperbaiki kemudian.
Dia menulis, “OpenAI cenderung merilis produk, melihat apa yang terjadi, lalu mungkin meminta maaf atau menyesuaikan dampaknya setelahnya.”
Namun, Montgomery juga menilai bahwa strategi pengujian keamanan OpenAI masih “tambal sulam dan tidak sistematis,” tanpa jaminan keamanan menyeluruh bagi pengguna.
Kontroversi pun muncul. Beberapa video dalam feed Sora menampilkan wajah AI dari orang sungguhan dalam skenario yang tidak pernah mereka lakukan. Hal ini berbeda dengan Vibes yang secara otomatis menghapus video yang dianggap “mustahil” atau tidak realistis.
Sebagai respons, OpenAI kemudian memperbarui sistemnya agar pengguna dapat mengatur batasan atas representasi AI mereka, termasuk melarang penggunaan dalam konteks politik atau ujaran tertentu.
Sementara itu, dunia teknologi masih dipenuhi dengan figur yang tak henti menjadi pusat pemberitaan, seperti Elon Musk. Montgomery mencatat bahwa sepanjang tahun 2025, hampir tidak ada pekan tanpa berita tentang CEO Tesla, SpaceX, dan xAI itu.
Dalam salah satu edisi TechScape, dia menulis, “Elon Musk berkampanye besar-besaran untuk Donald Trump,” sementara di edisi lain dia menyoroti “tujuan politik global Musk.”
Menulis tentang Musk, kata Montgomery, berarti menghadapi tokoh yang sulit ditebak. Dia menggambarkan, “Musk adalah pribadi yang tidak konsisten dan kerap bertindak di luar dugaan.”
Sang jurnalis teknologi itu menambahkan bahwa di satu sisi, Musk memiliki pengaruh luar biasa, tetapi di sisi lain kerap mengalami kekalahan yang mencederai reputasinya, seperti kegagalannya dalam pemilihan khusus di Wisconsin yang sempat dia kampanyekan secara terbuka.
Kinerja Tesla juga mengalami tekanan. Penjualan melemah di Amerika Serikat dan Eropa, bahkan muncul tren di mana sebagian pemilik Tesla menanggalkan emblem “T” dari kap mobil untuk menghindari sorotan publik.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
