
Gerbang depan kantor EA di California (Sumber: New York Times)
JawaPos.com – Salah satu pengembang dan penerbit gim terbesar dunia, Electronic Arts (EA) baru saja membuat sejarah. Perusahaan yang berbasis di California ini baru saja menjual kepemilikannya ke konsorsium pimpinan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi beserta Silver Lake dan Affinity Partners.
Penjualan ini membuat Electronic Arts kini tidak lagi bersifat sebagai perusahaan terbuka yang sahamnya bisa dibeli di bursa efek, tetapi sepenuhnya berada di bawah konsorsium tersebut.
Proses transisinya sendiri diprediksi akan rampung pada awal 2027, sekaligus menjadi akhir dari beberapa dekade EA sebagai perusahaan terbuka. Penjualan ini juga menjadi pembelian tunai terbesar sepanjang sejarah industri gim dunia.
Berdasarkan hasil penjualan ini, seluruh pemegang saham akan mendapatkan uang sebesar USD 210 per lembar saham yang mereka miliki. Jumlah tersebut 25% lebih besar ketimbang harga saham terbaru dalam beberapa hari terakhir ini.
Penjualan EA ke konsorsium pimpinan PIF senilai USD 55 miliar ini terbagi dalam beberapa bagian. Setidaknya USD 36 miliar pembayaran dilakukan sebagai nilai saham, sementara sisanya sekitar USD 20 miliar dilakukan melalui hutang.
Melalui pernyataan resminya, EA juga menyatakan jika tidak akan ada perubahan dalam struktur organisasi petinggi mereka. Andrew Wilson masih akan menjabat sebagai CEO perusahaan, dan kantor pusat EA masih akan berada di California.
Mengambil alih EA bukan menjadi langkah pertama PIF di industri gim internasional. Sebelumnya, PIF sudah membeli saham dalam jumlah besar di berbagai perusahaan terkemuka seperti Nintendo, Capcom, dan Niantic.
***

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
