Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 September 2025 | 03.15 WIB

Fakta Baru: Elon Musk, Peter Thiel, dan Steve Bannon Masuk dalam Epstein Files

Publik AS terus mendesak pemerintahan Trump menerbitkan berkas-berkas penyidikan kasus kejahatan asusila Epstein. (dok Al Jazeera) - Image

Publik AS terus mendesak pemerintahan Trump menerbitkan berkas-berkas penyidikan kasus kejahatan asusila Epstein. (dok Al Jazeera)

JawaPos.com - Demokrat di komite pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat telah merilis jadwal harian mendiang pelaku kejahatan seks kelas atas Jeffrey Epstein dari tahun 2010 hingga 2019

Diketahui bahwa, Eipstein berencana untuk bertemu dengan donor Partai Republik terkemuka Elon Musk dan Peter Thiel, serta komentator media konservatif Steve Bannon.

Dilansir dari Al Jazeera, Anggota Partai Demokrat di Komite Pengawasan DPR yang melakukan investigasi mengatakan pada Jumat, bahwa 8.544 dokumen, termasuk catatan pesan telepon, catatan penerbangan, catatan transaksi, dan jadwal harian telah diambil melalui panggilan pengadilan kongres yang diajukan pada bulan Agustus.

Pernyataan yang menyertai rilis tersebut mengatakan, bahwa jadwal harian tersebut mencakup penyebutan kemungkinan kontak antara Jeffrey Epstein dan tokoh-tokoh terkemuka seperti Elon Musk, Peter Thiel, Steve Bannon, dan Pangeran Andrew.

"Harus jelas bagi setiap warga Amerika bahwa Jeffrey Epstein berteman dengan beberapa orang paling berkuasa dan terkaya di dunia," ujar juru bicara Komite Pengawas, Sara Guerrero, dalam pernyataan tersebut.

“Setiap dokumen baru yang dihasilkan memberikan informasi baru seiring kami berupaya mewujudkan keadilan bagi para penyintas dan korban,” kata Guerrero.

"Demokrat yang mengawasi tidak akan berhenti sampai kita mengidentifikasi semua orang yang terlibat dalam kejahatan keji Epstein. Sudah saatnya Jaksa Agung [Pam] Bondi merilis semua berkasnya sekarang," tegasnya.

Menurut pernyataan tersebut, dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa Thiel, seorang miliarder ventures capital, dan Bannon telah menjadwalkan pertemuan dengan Epstein.

Ada juga penyebutan tentang perjalanan yang akan datang oleh miliarder teknologi Musk ke pulau milik Epstein yang terkenal, Little St. James, tempat banyak perempuan mengaku telah mengalami pelecehan.

Satu entri kalender tertanggal 6 Desember 2014 berbunyi sebagai berikut, Pengingat: Elon Musk akan meninggalkan pulau pada 6 Desember (apakah ini masih terjadi?).

Disebutkan pula dalam dokumen tersebut adalah anggota keluarga kerajaan Inggris yang dipermalukan, Pangeran Andrew, yang terdaftar sebagai penumpang jet pribadi Epstein pada tahun 2000 dalam penerbangan dari New York ke Palm Beach, Florida, bersama dengan mitra lama Epstein dan terpidana pelaku perdagangan seks, Ghislaine Maxwell.

Jadwal harian yang dirilis pada hari Jumat tidak menunjukkan apakah pertemuan Epstein dengan Musk, Thiel, dan Bannon terjadi, dan tidak ada tuduhan melakukan kesalahan apa pun yang ditujukan kepada ketiga pria tersebut atau Pangeran Andrew.

Mengacu pada berita tentang dokumen di X, Musk berikan bantahan dan menyatakan informasi tersebut salah. “Ini salah,” tulis Musk.

Semenatara itu, pada 2022, anggota kerajaan Inggris tersebut menyelesaikan gugatan hukum AS yang diajukan terhadapnya oleh mendiang Virginia Giuffre, seorang pennyintas sekaligus korban dari Epstein yang bunuh diri pada bulan April. Virginia menuduh Pengeran Andrew melakukan pelecehan seksual saat ia masih remaja.

Namun, pengungkapan keuangan dalam berkas yang baru dirilis juga menunjukkan kemungkinan bukti bahwa Epstein melakukan pembayaran kepada tukang pijat atas nama seseorang bernama Andrew.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore