
Warga di Gaza mengalami kelaparan setelah keterbatasan bantuan yang diberikan akibat dari konflik antara Israel dan Palestina (ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad)
JawaPos.com - Konflik antara Israel dan Palestina berada dalam titik genting, setelah sebagian kota Gaza dan area sekitarnya resmi dilanda kelaparan pada Jumat (22/8), menurut lembaga terpercaya dalam memonitor kelaparan, Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu atau IPC.
Berdasarkan laporan dari lembaga yang didukung PBB tersebut, setidaknya sebanyak 514 ribu orang, atau seperempat dari penduduk Palestina di Gaza, mengalami krisis kelaparan, dan angka tersebut akan meningkat menjadi 641 ribu orang pada akhir bulan September, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Sebanyak 280 ribu dari total penduduk yang mengalami krisis pangan berada di wilayah bagian utara kota Gaza, yang dikenal sebagai provinsi Gaza, di mana IPC mengatakan daerah tersebut mengalami kelaparan setelah konflik yang berlangsung selama dua tahun.
Ini merupakan pertama kalinya IPC melaporkan adanya kelaparan di luar benua Afrika, dan lembaga tersebut memprediksi daerah sekitar seperti Deir al-Balah dan Khan Younis akan ikut dilanda kelaparan pada akhir bulan depan.
Kota Gaza memang memiliki krisis pangan setelah Israel membatasi bantuan yang masuk secara besar-besaran sejak bulan Maret, namun perlahan kembali mengizinkan bantuan pangan ke area tersebut setelah mendapatkan kecaman global.
Beberapa pejabat tertinggi PBB merespons keras kejadian ini, dan juga mengkritik Pemerintah Israel karena kebijakan yang dibuat.
Salah satunya adalah Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, yang menyebut kelaparan di Gaza merupakan bencana buatan manusia dan kegagalan kemanusiaan.
“Kelaparan bukanlah soal makanan saja; itu merupakan kehancuran yang disengaja kepada sistem yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup. Orang-orang kelaparan. Anak-anak sekarat. Dan mereka yang memiliki kewajiban untuk bertindak gagal,” ucapnya, dikutip dari Al Jazeera.
Selain itu, Philippe Lazzarini, ketua badan PBB untuk orang Palestina, UNRWA, menyorot bahwa sekarang waktunya untuk memiliki kemauan politik untuk menghentikan kelaparan yang sudah dipastikan ada di Kota Gaza dan sekitarnya.
“Kita tidak boleh membiarkan situasi ini untuk berlanjut tanpa konsekuensi hukum. Tidak ada lagi alasan. Waktu untuk beraksi bukanlah pada esok hari, melainkan sekarang,” ujar Lazzarini.
Kepala bantuan PBB, Tom Fletcher, menyebutkan bahwa krisis kelaparan ini merupakan sebuah "senjata perang yang dipromosikan secara terbuka oleh para petinggi Israel" dan mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk segera membuka kembali akses penuh di perlintasan Gaza.
Sedangkan di sisi lain, Pemerintah Israel membantah adanya kelaparan di Gaza, dan juga menyebut krisis berdasarkan dari laporan IPC sebagai sebuah kebohongan yang didorong oleh kelompok militan Palestina, Hamas.
“Laporan IPC tersebut adalah sebuah laporan yang benar-benar bohong. Israel tidak memiliki kebijakan kelaparan (di Gaza),” tanggap Perdana Menteri Netanyahu melalui postingan di X, dikutip dari Associated Press.
Selain itu, Departemen Luar Negeri AS juga meragukan laporan IPC tersebut. Mereka menyebut bahwa situasi kemanusiaan yang terjadi di Gaza merupakan kekhawatiran yang patut diseriusi, namun menyalahkan Hamas dan juga para penjarah akibat kesulitan dalam pengiriman bantuan. (*)

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
