Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Agustus 2025 | 18.50 WIB

PM Australia Anthony Albanese Kritik Netanyahu yang Denial soal Penderitaan Rakyat Gaza, Tegaskan Pengakuan Negara Palestina

PM Australia Anthony Albanese. (Mick Tsikas/AAP via Reuters) - Image

PM Australia Anthony Albanese. (Mick Tsikas/AAP via Reuters)

JawaPos.com - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyangkal penderitaan warga Gaza di tengah perang yang telah menewaskan lebih dari 61.500 orang Palestina sejak Oktober 2023. 

Kritik itu disampaikan sehari setelah Australia mengumumkan akan mengakui negara Palestina dalam Sidang Umum PBB bulan depan.

Albanese mengatakan, keputusan tersebut dipicu oleh memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza dan meningkatnya frustrasi internasional atas kebijakan Israel. 

Netanyahu kembali menyampaikan kepada saya apa yang ia sampaikan secara publik — menyangkal konsekuensi yang dialami warga sipil tak bersalah,” kata Albanese kepada ABC pada Selasa (12/8).

Menurut Albanese, ia telah berbicara langsung dengan Netanyahu pekan lalu untuk menyampaikan rencana Australia bergabung dengan Prancis, Kanada, dan Inggris yang akan mengakui negara Palestina di PBB. 

Namun, Netanyahu tetap mempertahankan pandangan lama bahwa operasi militer di Gaza akan menghasilkan 'hasil yang berbeda'.

Albanese menegaskan, dunia kini mengatakan 'cukup sudah' terhadap situasi di Gaza. “Risiko mencoba jauh lebih kecil dibanding bahaya jika membiarkan momen ini berlalu begitu saja,” ujarnya, menekankan bahwa pengakuan Palestina adalah bagian dari upaya global mendorong solusi dua negara.

Ia menyebut solusi politik menjadi satu-satunya jalan keluar dari lingkaran kekerasan di Timur Tengah. “Kita memerlukan solusi politik, bukan militer,” katanya.

Keputusan bersejarah ini datang di tengah perubahan besar opini publik di Australia. Puluhan ribu orang turun ke jalan, termasuk dalam aksi di Jembatan Pelabuhan Sydney bulan ini, menuntut dibukanya akses bantuan ke Gaza.

Jessica Genauer, dosen senior hubungan internasional di Flinders University, menilai langkah Australia ini didorong oleh perubahan sentimen publik. “Mayoritas warga Australia kini ingin segera mengakhiri krisis kemanusiaan di Gaza,” katanya kepada Reuters.

Sementara itu, rencana Israel mengambil alih kendali militer Gaza City dinilai PBB berpotensi memicu 'malapetaka baru' bagi lebih dari satu juta warga Palestina, di tengah meningkatnya kematian akibat kelaparan dan malnutrisi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore