Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 19.03 WIB

Presiden Iran 'Tembak Langsung' ke AS dan Israel: Kami Bisa Damai, tapi Bagaimana Bisa Percaya setelah Diserang?

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian yang mengkritik soal aturan hijab di negaranya. (X/@MarioNawfal)

 

JawaPos.com - Dalam wawancara yang bikin heboh jagat politik internasional, Presiden Iran Masoud Pezeshkian angkat suara soal masa depan hubungan negaranya dengan Amerika Serikat dan Israel. Dalam obrolan eksklusif dengan podcaster kontroversial asal AS, Tucker Carlson, Pezeshkian tak segan menyebut nama dan menuding langsung pihak-pihak yang menurutnya menghancurkan peluang damai, yakni Israel dan AS.

"Saya percaya kita bisa menyelesaikan konflik ini lewat dialog," ujar Pezeshkian, santai namun penuh makna. "Tapi, bagaimana kami bisa percaya lagi pada Amerika Serikat, setelah serangan brutal itu?"

Komentar tajam itu muncul hanya beberapa minggu setelah Israel menggempur Iran dalam serangan bom pada 13 Juni, serangan yang diklaim menewaskan sejumlah petinggi militer dan ilmuwan nuklir Iran. Lebih parahnya lagi, dua hari setelahnya seharusnya Iran dan AS duduk semeja untuk melanjutkan pembicaraan nuklir yang sempat membeku. Tapi, semua itu ambyar setelah bom-bom mulai beterbangan.

Tak cukup sampai di situ, seminggu kemudian, giliran AS yang ikut 'bermain api' dengan menggempur tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Total korban jiwa selama perang 12 hari itu, menurut media pemerintah Iran, sudah tembus 1.060 orang.

Dan di tengah kekacauan itu, Pezeshkian mengklaim nyawanya sendiri juga jadi incaran. "Mereka mencoba membunuh saya. Itu Israel. Mereka tahu saya ada di sebuah pertemuan, dan mereka coba bom lokasi itu," ucapnya tegas.

Ia memastikan, bukan AS yang mencoba menghabisinya, melainkan Israel langsung yang jadi dalang. Pezeshkian juga menyindir tajam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Ia menyebut Netanyahu sedang bermain api dengan 'agenda perang selamanya' di Timur Tengah, dan memperingatkan mantan Presiden AS Donald Trump untuk tidak terjebak dalam pusaran konflik yang dimotori Tel Aviv. "Trump punya pilihan," kata Pezeshkian.

"Mau memimpin dunia ke arah damai dan masa depan yang cerah? Atau ikut terjun ke jurang, ke rawa konflik tanpa akhir?"

Sementara itu, Trump tetap berada di jalurnya. Ia memuji serangan AS ke fasilitas nuklir Iran sebagai 'sukses besar' dan mengklaim bahwa program nuklir Iran kini 'sudah tak bisa pulih kembali', meski diam-diam ia juga mengakui bahwa Iran bisa saja memulai kembali proyek itu di tempat lain.

Pertemuan Trump dan Netanyahu di Washington pada Senin (7/7) ini pun jadi sorotan besar. Publik internasional kini menanti: akankah AS tetap jadi sekutu 'butakan mata' terhadap Israel, atau mulai mendengarkan peringatan keras dari Teheran?

Satu hal pasti, Pezeshkian tak ingin negaranya terus-menerus jadi sasaran, apalagi jika dialog dan perdamaian masih bisa diperjuangkan. Tapi kalau bom terus berjatuhan, bagaimana caranya membangun kepercayaan?

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore