Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Mei 2018 | 01.16 WIB

Ilmuwan Rusia Temukan Cara Identifikasi Kelamin dari Gaya Menulis

Ilmuwan Rusia temukan metode untuk mengidentifikasi jenis kelamin lawan bicara seperti untuk aplikasi kencan online. - Image

Ilmuwan Rusia temukan metode untuk mengidentifikasi jenis kelamin lawan bicara seperti untuk aplikasi kencan online.

JawaPos.com - Pernahkan Anda menggunakan aplikasi pencari jodoh? Kalau pernah, tentunya Anda tidak bisa mengetahui lawan bicara adalah perempuan atau laki-laki sebelum tatap muka, atau video call. Untuk mendapatkan kepastian, para ilmuwan di tiga kampus Rusia yakni National Research Nuclear University MEPhI, National Research Centre Kurchatov Institute dan Voronezh State University berhasil menemukan sebuah cara baru.
 
Metode itu unik, memanfaatkan bagaimana laki-laki dan perempuan dalam menyampaikan pesan. Diciptakan suatu metode untuk bisa mengidentifikasi jenis kelamin seseorang hanya dari teks yang ditulis melalui pesan instan. Akurasinya sampai 80 persen. Hasil dari studi yang dibiayai oleh dana Yayasan Ilmu Rusia itu dipublikasikan di jurnal Procedia Computer Science.
 
Dari penelitian ilmiah itu menunjukkan bahwa teks tertulis bisa mencerminkan karakteristik seseorang. Mulai dari jenis kelamin, ciri-ciri psikologis tertentu, bahkan tingkat pendidikan. Cara berbicara juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang lebih dalam. Itu biasanya sudah lazim digunakan perusahaan saat proses rekrutmen.
 
Bahkan, dengan menganalisis cara bicara, seseorang bisa mendiagnosis penyakit tertentu seperti demensia atau depresi. Termasuk, perilaku seseorang dan kemungkinan melakukan bunuh diri.  Nah, balik lagi ke topik penelitian untuk menganalisa jenis kelamin, dirasa perlu karena pesatnya perkembangan internet. 
 
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, penelitian ini didukung oleh berbagai ilmuwan. Mulai dari ahli bahasa, ahli ilmu jiwa, sampai spesialis teknologi informasi. Mereka lantas menganalisa nilai-nilai numerik dari berbagai parameter teks untuk mendiagnosis parameter-parameter tertentu dari seseorang.
 
Dari semua data teks itu, lantas digunakan untuk membandingkan ketepatan identifikasi jenis kelamin. Tim spesialis juga menggunakan teknologi jaringan saraf tiruan (JST). Jadi, ada dua pendekatan untuk mendapatkan data. Pertama, algoritma pembelajaran mesin, metode Support Vector Machine (SVM) dan peningkatan gradien. Kedua JST yang dibagi ke pola konvolusional dan recurrent dengan memori jangka pendek yang cukup panjang.
 
"Kami telah mendapatkan hasil tinggi dalam menentukan jenis kelamin penulis teks dengan model JST. Tugas kami menentukan jenis kelamin ketika penulis teks mencoba menyembunyikan jenis kelaminnya," ujar profesor dari UNRN MEPhI.
Alexander Sboev
 
Lebih lanjut dikatakan, ketika ada yang berpura-pura menjadi pria misalnya, aplikasi akan mengatakan bahwa teks itu ditulis oleh seorang gadis. Misalnya tulisan yang dianalisis berikut ini: "Halo! Saya sangat tidak puas! Mengapa Anda berperilaku demikian dengan kami? Kami juga manusia! Kami semua punya hak yang sama! Apakah Anda seorang seksis? Saya tidak akan mentoleransi ini lagi! Saya akan menghancurkan mobil Anda dan mencoret-coretnya!”.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan yang didasarkan pada penggunaan JST konvolusional jadi paling optimal untuk menentukan jenis kelamin orang yang menulis teks. Sekarang tim peneliti sedang bekerja untuk mencari metode agar bisa menentukkan usia dari gaya penulisan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore