
Warga mencelupkan jari ke tinta saat mengikuti simulasi pemungutan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta 2024 di Gelanggang Remaja Johar Baru, Jakarta, Kamis (24/10/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Korea Selatan, Selasa (3/6) menggelar pemilihan umum (pemilu). Pemilihan berlangsung dari pukul 6 pagi hingga 20.00 waktu setempat. Hingga berita ini ditulis, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Korea Selatan menyatakan bahwa 70 persen suara sudah terkumpul.
Dilansir dari Yonhap, dari 44,39 juta pemilih sudah 31,73 juta orang yang menyuarakan pilihannya. Ini merupakan jumlah pemilih tertinggi yang pernah dicatat pada fase pemilihan presiden.
Sebelumnya, Lee Jae-myung, kandidat dari Partai Demokrat liberal, berkampanye dengan janji untuk mengatasi pemberontakan akibat kasus mantan presiden Yoon Suk Yeol yang melakukan pemakzulan. Lalu, Kim Moon-soo yang merupakan kandidat dari Partai Kekuatan Rakyat yang konservatif, memanfaatkan banyaknya persidangan yang sedang berlangsung dan gaya kepemimpinan agresif Lee untuk menjanjikan masa depan yang bebas dari kediktatoran.
Dalam survei, Lee cukup unggul. Dilansir dari AFP, survei Galup terbaru menunjukkan 49 persen responden menyebut Lee adalah kandidat yang terbaik. Sementara Kim berada di urutan kedua dengan 35 persen responden akan memilihnya.
Masyarakat cukup antusias dalam pemilu kali ini. Bahkan, lansia pun turut datang ke TPS. Dilansir dari AFP, sejumlah pemilih lanjut usia berbaris di tempat pemungutan suara di daerah Munrae-dong, Seoul pada pukul 6:00 pagi waktu setempat untuk memberikan suara mereka ketika pemungutan suara dimulai.
"Kami adalah orang pertama yang datang dengan harapan kandidat kami terpilih," kata Yu Bun-dol.
Lansia berusia 80 tahun itu menambahkan bahwa ia memberikan suara untuk PPP atau partai lama Yoon. Jalanan Seoul tampak damai karena orang-orang memanfaatkan cuaca baik dan hari libur.
Meski demikian, polisi mengeluarkan tingkat kewaspadaan tertinggi dan mengerahkan ribuan petugas untuk memastikan pemilu berjalan lancar. Presiden Korea Selatan menjabat satu kali masa jabatan dengan masa jabatan selama lima tahun.
Pada pemilihan presiden reguler, ada masa transisi selama berbulan-bulan. Masa jabatan pemimpin baru dimulai pada tengah malam setelah hari terakhir pendahulunya. Namun, dalam pemilu dadakan, pemenangnya menjadi presiden segera setelah Komisi Pemilihan Umum Nasional mengesahkan penghitungan suara.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
