
Bangkai kapal Montevideo Maru ditemukan autonomous underwater vehicle (AUV) di kedalaman lebih dari 4 ribu meter atau 13.123 kaki di bawah permukaan air laut.
JawaPos.com – Montevideo Maru ditemukan. Yakni kapal Jepang yang digunakan dalam Perang Dunia (PD) II. Bangkai kapal itu ditemukan autonomous underwater vehicle (AUV) di kedalaman lebih dari 4 ribu meter atau 13.123 kaki di bawah permukaan air laut. Lebih dalam daripada lokasi penemuan bangkai kapal Titanic.
Keberadaan Montevideo Maru telah menjadi misteri selama 81 tahun. Misi pencarian diorganisasi kelompok arkeologi maritim Australia, Silentworld Foundation, dengan dibantu perusahaan survei laut dalam Belanda bernama Fugro.
Para penjelajah mulai mencari bangkai kapal itu pada 6 April di Laut China Selatan. Tepatnya di barat laut pulau utama Luzon, Filipina. Mereka melihat penampakan positif 12 hari kemudian dengan menggunakan peralatan berteknologi tinggi, termasuk AUV dengan sonar.
Dibutuhkan beberapa hari untuk memverifikasi bangkai kapal dengan analisis ahli dari arkeolog maritim, konservator, dan spesialis lainnya, termasuk mantan perwira angkatan laut.
Montevideo Maru memiliki kisah kelam. Kapal itu tenggelam pada 1 Juli 1942 dalam perjalanan dari Papua Nugini menuju Hainan, Tiongkok. Saat itu kapal selam milik Amerika Serikat, USS Sturgeon, menembakkan torpedo ke Montevideo Maru tanpa menyadari bahwa di dalamnya ada ribuan tawanan perang.
Insiden tersebut menewaskan 979 warga negara Australia. Sebanyak 850 di antaranya adalah tentara. Silentworld mengatakan, total 1.089 korban berasal dari 14 negara. Namun, saat itu sulit melacak semua kerabat terdekat mereka satu per satu. Keturunan korban dapat mendaftar ke Angkatan Bersenjata Australia untuk mendapat informasi terbaru tentang penyelidikan dan peringatan di masa mendatang.
’’Kami berharap berita ini membawa ketenangan bagi orang-orang terkasih yang telah lama berjaga dan berharap,’’ ujar Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.
Tenggelamnya Montevideo Maru menjadi bencana maritim terburuk di Australia. Warga Australia yang tewas dalam insiden itu lebih banyak daripada yang meninggal di perang Vietnam.
Spesialis teknis dalam tim pencarian Kapten Roger Turner mengatakan, kapal itu sekarang adalah kuburan perang yang harus diperlakukan dengan hormat.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
