Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 April 2023 | 21.47 WIB

Berebut Bantuan Hari Raya Idul Fitri, 85 Orang di Yaman Tewas Terinjak

BERUJUNG PETAKA: Korban yang terluka menjalani perawatan di rumah sakit setelah terinjak-injak pada acara distribusi bantuan di Sana, Ibu Kota Yaman, Kamis (20/4). Lebih dari 80 orang tewas.

JawaPos.com - Maksud dua pengusaha di Yaman ini baik. Berbagi menjelang Idul Fitri. Namun, bagi-bagi itu berujung tragedi. Penduduk yang datang membeludak. Imbasnya, banyak orang yang terinjak. Bahkan harus kehilangan nyawa. Total 85 orang tewas dan 322 orang lainnya luka-luka.

Agence France-Presse mengungkapkan, insiden itu terjadi di sebuah sekolah di Distrik Bab al-Yemen, Sana. Wilayah itu dikuasai pemberontak Houthi. Rencananya, setiap orang yang datang diberi uang YER 5 ribu atau setara Rp 298.731.

Menurut Ketua Komite Revolusi Tertinggi Houthi Mohamed Ali al-Huthi, banyaknya orang yang datang memicu insiden tersebut. Orang-orang memadati jalan sempit yang menuju pintu belakang sekolah.

’’Begitu gerbang dibuka, massa mengalir ke tangga sempit menuju halaman tempat pembagian berlangsung,’’ ujar al-Huthi.

Namun, beberapa saksi mengungkapkan, bunyi tembakan membuat orang-orang panik. Akhirnya terjadi saling dorong dan berujung terinjak-injak.

Video yang disiarkan beberapa saluran TV menunjukkan, orang-orang saling bertumpuk, berimpitan, dan tidak bisa bergerak. Beberapa lainnya saling memanjat untuk mencoba melewati tumpukan orang.

Petugas bersenjata dengan seragam militer serta petugas distribusi meminta massa untuk mundur. Sayangnya, tidak berhasil. Petugas telah mencoba menarik orang yang terjepit.

Namun, hanya beberapa orang yang berhasil ditolong. Itu merupakan kejadian massa paling mematikan dalam satu dekade terakhir di Yaman. Perempuan dan anak-anak ikut menjadi korban.

Kementerian Dalam Negeri Houthi menyatakan, korban meninggal dan luka telah dibawa ke rumah sakit. Pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu sudah ditahan untuk dimintai keterangan.

Saat ini baru tiga orang yang ditahan. Pemerintah menyalahkan penyelenggara yang mendistribusikan bantuan secara random tanpa berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

’’Sebuah komite telah dibentuk untuk menyelidiki insiden ini,’’ ucap Kepala Politik Pemberontak Huthi Mahdi al-Mashat.

Pasca kejadian, keluarga korban berkumpul di rumah sakit untuk mencari sanak saudaranya. Namun, banyak yang tidak diizinkan masuk karena ada pejabat yang mengunjungi korban tewas dan luka.

Di lokasi kejadian, pasukan keamanan yang dikerahkan untuk menjaga terlihat menghalangi kerabat memasuki fasilitas untuk mencari anggota keluarganya. Cuplikan video di TV Al Masirah menunjukkan mayat berserakan di kompleks sekolah itu bersama dengan sandal dan potongan pakaian.

Houthi dilaporkan setuju untuk membayar Rp 30 juta kepada setiap keluarga yang kehilangan kerabat. Sementara itu, mereka yang terluka akan mendapatkan Rp 6 juta.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore