BERUJUNG PETAKA: Korban yang terluka menjalani perawatan di rumah sakit setelah terinjak-injak pada acara distribusi bantuan di Sana, Ibu Kota Yaman, Kamis (20/4). Lebih dari 80 orang tewas.
JawaPos.com - Maksud dua pengusaha di Yaman ini baik. Berbagi menjelang Idul Fitri. Namun, bagi-bagi itu berujung tragedi. Penduduk yang datang membeludak. Imbasnya, banyak orang yang terinjak. Bahkan harus kehilangan nyawa. Total 85 orang tewas dan 322 orang lainnya luka-luka.
Agence France-Presse mengungkapkan, insiden itu terjadi di sebuah sekolah di Distrik Bab al-Yemen, Sana. Wilayah itu dikuasai pemberontak Houthi. Rencananya, setiap orang yang datang diberi uang YER 5 ribu atau setara Rp 298.731.
Menurut Ketua Komite Revolusi Tertinggi Houthi Mohamed Ali al-Huthi, banyaknya orang yang datang memicu insiden tersebut. Orang-orang memadati jalan sempit yang menuju pintu belakang sekolah.
’’Begitu gerbang dibuka, massa mengalir ke tangga sempit menuju halaman tempat pembagian berlangsung,’’ ujar al-Huthi.
Namun, beberapa saksi mengungkapkan, bunyi tembakan membuat orang-orang panik. Akhirnya terjadi saling dorong dan berujung terinjak-injak.
Video yang disiarkan beberapa saluran TV menunjukkan, orang-orang saling bertumpuk, berimpitan, dan tidak bisa bergerak. Beberapa lainnya saling memanjat untuk mencoba melewati tumpukan orang.
Petugas bersenjata dengan seragam militer serta petugas distribusi meminta massa untuk mundur. Sayangnya, tidak berhasil. Petugas telah mencoba menarik orang yang terjepit.
Namun, hanya beberapa orang yang berhasil ditolong. Itu merupakan kejadian massa paling mematikan dalam satu dekade terakhir di Yaman. Perempuan dan anak-anak ikut menjadi korban.
Kementerian Dalam Negeri Houthi menyatakan, korban meninggal dan luka telah dibawa ke rumah sakit. Pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu sudah ditahan untuk dimintai keterangan.
Saat ini baru tiga orang yang ditahan. Pemerintah menyalahkan penyelenggara yang mendistribusikan bantuan secara random tanpa berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
’’Sebuah komite telah dibentuk untuk menyelidiki insiden ini,’’ ucap Kepala Politik Pemberontak Huthi Mahdi al-Mashat.
Pasca kejadian, keluarga korban berkumpul di rumah sakit untuk mencari sanak saudaranya. Namun, banyak yang tidak diizinkan masuk karena ada pejabat yang mengunjungi korban tewas dan luka.
Di lokasi kejadian, pasukan keamanan yang dikerahkan untuk menjaga terlihat menghalangi kerabat memasuki fasilitas untuk mencari anggota keluarganya. Cuplikan video di TV Al Masirah menunjukkan mayat berserakan di kompleks sekolah itu bersama dengan sandal dan potongan pakaian.
Houthi dilaporkan setuju untuk membayar Rp 30 juta kepada setiap keluarga yang kehilangan kerabat. Sementara itu, mereka yang terluka akan mendapatkan Rp 6 juta.
Tags
Artikel Terkait
Terpopuler

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban



