Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 April 2023 | 06.30 WIB

Tiongkok Tersulut Emosinya Setelah Kapal Perang AS Lewati Selat Taiwan

Kapal perang AS USS John McCain yang disebut Tiongkok telah memasuki Laut China Selatan (USA Today) - Image

Kapal perang AS USS John McCain yang disebut Tiongkok telah memasuki Laut China Selatan (USA Today)

JawaPos.com - Tiongkok pada Senin (17/4) menyebut perjalanan kapal perang Amerika Serikat di Selat Taiwan sebagai pelayaran singgah yang provokatif. Menurut Armada Ketujuh Amerika Serikat, kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke, USS Milius (DDG 69), melakukan pelayaran transit rutin di Selat Taiwan pada Minggu (16/4) melalui perairan di mana kebebasan navigasi dan penerbangan di laut lepas dijamin oleh hukum internasional.

"Kapal itu transit melalui koridor di Selat Taiwan yang berada jauh dari wilayah laut negara pesisir mana pun," kata armada yang memiliki ruang lingkup tugas di Asia-Pasifik itu, Senin (17/4).

Menanggapi hal ini, Komando Armada Timur Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) menyatakan terus mengamati dan memonitor ketat transit kapal perang melalui Selat Taiwan.

“Angkatan Laut AS meningkatkan transit kapal perusak berpeluru kendali USS Milius melalui Selat Taiwan," kata juru bicara Komando Armada Timur PLA Kolonel Shi Yi.

Pada 10 April, kapal perang yang sama berlayar di Laut Tiongkok Selatan sehingga mendorong pesawat tempur dan fregat angkatan laut Beijing menggelar operasi bersama untuk melacak dan memantau kapal perusak Angkatan Laut AS itu.

Pelayaran kapal perang AS itu melalui Selat Taiwan terjadi beberapa hari setelah Tiongkok menggelar latihan besar-besaran di sekitar pulau Taiwan. Pelayaran itu terjadi bersamaan dengan keluarnya peringatan dari Beijing bahwa puing-puing roket mungkin sampai dekat Taiwan.

Menteri Pertahanan Taiwan pada Senin (17/4) membenarkan pihaknya mendeteksi puing-puing yang jatuh di bagian utara perairan Taiwan. Menggunakan roket Long March 4B buatan sendiri, Beijing meluncurkan satelit Fengyun-3G ke ruang angkasa pada Minggu (16/4) pagi yang ditujukan untuk menghitung pengendapan terutama hujan lebat selama bencana cuaca di wilayah global pada garis lintang rendah dan menengah. Taiwan mengatakan jalur penerbangan satelit itu melewati wilayah udaranya.

Sementara itu, Tiongkok melarang sementara perlintasan kapal apa pun dan menutup jalur udara di wilayah laut utara dekat Taiwan. Washington dan Beijing semakin tegang setelah AS mempercepat pembentukan koalisi Asia-Pasifik yang lebih luas untuk menangkal pengaruh militer dan ekonomi Tiongkok.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore