JawaPos.com - Penumpang tewas kecelakaan Pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, terus bertambah. Hingga kini dilaporkan telah mencapai 96 orang, dari semula sebanyak 28 orang.
Terkait kejadian itu, manajemen Maskapai Jeju Air menyampaikan duka cita dan permohonan maaf kepada semua pihak. Termasuk kepada seluruh pihak yang kehilangan anggota keluarga dalam kecelakaan tersebut.
"Pertama-tama, saya menundukkan kepala dan meminta maaf kepada semua yang peduli dengan Jeju Airlines. Pada tanggal 29 Desember, sekitar pukul 9:03 pagi, Bangkok-Muan 7C2216 mendarat di Bandara Internasional Muan, kebakaran terjadi," kata CEO Jeju Airlines Kim I-bae dalam Instagram resmi Jeju Air, Minggu (29/12).
"Saya mengucapkan belasungkawa terdalam dan maaf kepada para keluarga penumpang yang telah kehilangan anggota keluarganya dalam kecelakaan tersebut," sambungnya.
Lebih lanjut, dikutip dari The Guardian, bahwa perusahaan tersebut telah menyatakan protokol darurat di seluruh perusahaan dan membentuk tim khusus untuk melayani keluarga yang ditinggalkan.
Bahkan, situs web tersebut menyediakan nomor kontak darurat dan menyatakan bahwa Jeju Air akan melakukan dukungan kepada keluarga penumpang.
"Jeju Air akan melakukan segala yang mungkin terkait kecelakaan ini. Kami mohon maaf sebesar-besarnya karena menimbulkan kekhawatiran," ujar Kim I-bae.
Adapun terkait penyebab kecelakaan, pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari instansi pemerintah terkait. "Sekali lagi, saya berdoa untuk kedamaian bagi mereka yang kehilangan anggota keluarga karena kecelakaan itu, dan saya mengucapkan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga yang ditinggalkan," pungkasnya.
Sebelumnya, Pesawat Jeju Air dilaporkan mengalami kecelakaan di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Minggu (29/12) pagi pukul 09.03 waktu setempat. Kecelakaan ini diduga terjadi karena roda pesawat yang tak berfungsi saat pendaratan.
Akibatnya, gesekan antara badan pesawat dengan aspal landasan pacu tak terhindarka. Sehingga, memicu munculnya percikan api dan kepulauan asap. Bahkan, para saksi kejadian mengaku mendengar ledakan sebelum akhirnya pesawat menabrak pagar beton bandara dan terbakar secara hebat.