
Krisis Venezuela membuat warga terpaksa barter
JawaPos.com - Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, tetapi kekurangan makanan, obat-obatan dan listrik. Ini membuat negara tersebut porak-poranda. The International Monetary Fund (IMF) memperkirakan inflasi bisa mencapai satu juta persen pada akhir tahun.
Dilansir CBC pada Kamis, (6/9), Analis Raul Gallegos mengatakan, perubahan politik tidak mungkin dilakukan karena Partai Sosialis Maduro mengencangkan cengkeramannya pada ekonomi. Ia mengaku tidak percaya langkah-langkah ekonomi pemerintah akan bekerja.
"Kami akan melihat bendungan itu," kata profesor hukum Universitas Duke, Mitu Gulati, yang mengkhususkan diri dalam arbitrase internasional dan kebangkrutan. "Mengherankan betapa buruknya hal-hal buruk bagi negara yang sangat kaya ,” ujarnya.
Menurut Caracas Capital, Venezuela memiliki sekitar USD 65 miliar obligasi yang beredar. Itu di samping utang lain yang diutang oleh pemerintah dan perusahaan negara, bila ditotal ada sekitar USD 150 miliar.
Pemegang utang itu termasuk beberapa nama terbesar di keuangan AS, seperti BlackRock, T. Rowe Price, Northern Trust, dan Ashmore Group yang berbasis di AS. Venezuela juga berutang puluhan miliaran dolar ke Rusia dan Tiongkok, setelah meminjam banyak dari kedua negara dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar melalui kesepakatan pinjaman minyak.
Tiongkok memang menjadi pemegang terbesar utang Pemerintah Venezuela, negara terpadat di dunia telah meminjamkan produsen minyak sekitar USD 62 miliar AS selama dekade lalu. Ini menurut think-tank Center for Strategic and International Studies yang berbasis di Washington. Dengan Venezuela yang tidak mampu mengumpulkan uang tunai untuk membayar, Tiongkok telah menerima pembayaran bunga dalam bentuk minyak.
Dengan perhitungan minyak sekitar 98 persen dari pendapatan ekspor Venezuela, negara itu secara unik rentan terhadap gagal bayar utang, kata Gulati. Itu akan memungkinkan kreditur untuk merebut pengiriman minyak atau memperbaiki infrastruktur di AS dan Karibia, di mana banyak minyak Venezuela disimpan dan disempurnakan sebelum dijual di pasar internasional.
Pada bulan Agustus, seorang hakim di negara bagian Delaware di AS mengesahkan perampasan aset yang dimiliki oleh Citgo, afiliasi dari perusahaan minyak negara Venezuela, untuk memenuhi utang yang dimiliki oleh Venezuela kepada perusahaan pertambangan Kanada, Crystallex.
Pengadilan AS melakukan tindakan serupa di Curacao, sebuah pulau kecil di Karibia Belanda, tempat lebih dari 15 persen ekspor minyak mentah Venezuela disimpan dan disempurnakan sebelum dijual ke pelanggan internasional.
Pada bulan Mei, ConocoPhillips, produsen minyak AS yang asetnya diambil alih oleh pemerintah Venezuela pada tahun 2007, memenangkan tindakan arbitrase internasional terhadap perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA. Ini memungkinkan Conoco untuk mulai merebut minyak Venezuela di Curacao dan pulau-pulau Karibia Belanda lainnya dalam upaya untuk memperoleh kembali USD 2 miliar.
"Perubahan seputar minyak ini merupakan tantangan mendasar bagi pemerintah. Itu adalah masalah besar bagi mereka," kata David Smilde, seorang rekan senior di Kantor Washington di Amerika Latin, yang spesialisasinya di Venezuela.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
