ilustrasi kecoak (sumber: freepik)
JawaPos.com - Kecoak Jerman, salah satu hama yang paling dikenal dan dibenci di seluruh dunia, ternyata menyimpan sebuah misteri yang baru-baru ini terpecahkan oleh para ilmuwan. Meskipun kecoak ini sering ditemukan merayap di dapur restoran, kamar hotel, dan bahkan rumah pribadi, ternyata ia tidak memiliki habitat alami di alam liar, termasuk di Jerman.
Dilansir dari laman Washingtonpost, selama lebih dari 250 tahun, keberadaan dan asal usul kecoak Jerman menjadi teka-teki bagi para peneliti. Namun, penelitian terbaru yang melibatkan analisis DNA telah mengungkapkan fakta mengejutkan, yakni kecoak Jerman ternyata merupakan hasil adaptasi evolusi terhadap lingkungan buatan manusia, bukan spesies yang berasal dari ekosistem alami.
Kecoak Ini Buatan Manusia
Edward Vargo, seorang entomolog urban dari Texas A&M University, menjelaskan bahwa kecoak Jerman tidak pernah ada di habitat alami. “Asal-usulnya memang menjadi misteri,” ungkap Vargo. “Kecoak ini hanya ditemukan di bangunan-bangunan yang dibuat oleh manusia,” katanya, seperti dikutip dari laman Washingtonpost.
Baca Juga: Fahri Hamzah Sebut Pasangan Ridwan Kamil-Suswono Lebih Cocok Dipanggil Rindu Alih-alih Rawon, Ini Alasannya
Studi terbaru yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa kecoak Jerman muncul sebagai spesies sekitar 2.100 tahun yang lalu, ketika ia mulai beradaptasi dengan lingkungan manusia.
"Spesies ini terbentuk karena kemampuannya untuk hidup di lingkungan yang diciptakan manusia. Kecoak ini adalah produk dari lingkungan buatan manusia," tutur Vargo.
Sejarah dan Penyebaran Global
Kecoak Jerman pertama kali terdeteksi di Eropa pada pertengahan abad ke-18, pasca Perang Tujuh Tahun. Diperkirakan, kecoak ini menyebar melalui tentara dan kargo yang dibawa ke berbagai belahan dunia. Nama "kecoak Jerman" diberikan oleh ilmuwan Swedia, Carl Linnaeus, yang mengingatkan pada konteks politik zaman itu.
Peneliti Harvard, Qian Tang, yang memimpin studi ini, menyatakan bahwa nama tersebut mencerminkan bias nasional atau politik. "Nama ini sangat terpengaruh oleh preferensi politik pada saat itu," ujar Tang.
Dampak dan Masa Depan
Penelitian mengenai kecoak Jerman melibatkan pengumpulan hampir 300 individu dari 17 negara di enam benua. Hasil analisis genom menunjukkan bahwa kecoak ini berasal dari spesies kecoak Asia yang kemudian beradaptasi dengan kehidupan manusia.
Penyebarannya melalui perdagangan dan kolonialisme telah menimbulkan dampak signifikan, baik dalam kesehatan maupun ekonomi. Infestasi kecoak dapat memicu asma dan masalah kesehatan lainnya bagi mereka yang sensitif terhadap kotoran dan air liur kecoak.
Dengan meningkatnya urbanisasi, kecoak Jerman diperkirakan akan semakin sering ditemukan. Peneliti kini berusaha untuk memahami gen-gen yang memungkinkan kecoak ini berkembang di lingkungan perkotaan, guna mengelola dan mengatasi hama ini dengan lebih baik di masa depan.
Qian Tang juga mengusulkan agar nama "kecoak Jerman" diganti dengan nama yang lebih ilmiah. "Mungkin sudah waktunya untuk memberikan nama yang lebih sesuai secara ilmiah," kata Tang.
Temuan ini membuka babak baru dalam pemahaman kita tentang kecoak Jerman, mengungkap bagaimana spesies ini telah beradaptasi dan berkembang di lingkungan buatan manusia yang telah ia kuasai.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
